BERBAGI

SERUI-Untuk mengetahui persoalan pemadaman yang sering terjadi akhir-akhir ini, maka DPRD Kabupaten Yapen yang dipimpin Ketua Dewan, Melianus Wayangkau menggelar pertemuan dengan PLN Serui di ruang komisi, pada Senin kemarin.

Dari pihak PLN Serui, Wahidin selaku penanggung jawab bidang pembangkit dalam pertemuan itu menyampaikan permohonan maaf atas terjadinya pemadaman listrik yang sekarang terjadi setiap hari. “Banyak faktor yang mengakibatkan pemadaman listrik di Serui baik itu dari sisi kondisi mesin maupun karena adanya gangguan alam,”tuturnya.

Disampaikan juga, beberapa kendala yang terjadi di lapangan seperti, jika mau melakukan perawatan mesin yang tertutup oleh dahan atau pohon dan mengharuskan ditebang pohonnya namun seringkali dimintai ganti rugi kepada pihak PLN dari warga sekitar.”Ini salah satu kendala yang membuat umur pembangkit menjadi pendek jika terus mengalami gangguan seperti itu,”ujarnya.

Dijelaskan pula untuk di Serui, PLN mempunyai 10 unit mesin pembangkit dengan berbagai kekuatan daya namun saat ini hanya enam mesin yang berfungsi dan empat mesin dengan gangguan. “Ada empat dari sepuluh unit yang saat ini lagi gangguan dan kita masih menunggu konfirmasi dari Biak untuk menunggu suku cadang. Sehingga sisa mesin yang ada belum mampu mengatasi kebutuhan daya listrik sehingga sering terjadi pemadaman secara bergiliran,”tambah Wahidin.

Saat ditemui usai pertemuan, Ketua DPRD Yapen Melianus Wayangkau, menjelaskan agenda hearing tersebut agar dewan selaku perwakilan masyarakat mengetahui permasalahan yang dihadapi PLN sehingga menyebabkan terjadinya pemadaman setiap hari.

“PLN jelaskan akan berupaya mengoperasikan delapan mesin karena enam mesin yang beroprasi dan dua mesinnya sebagai cadangan dan itu akan aman untuk dapat mengalirkan listrik kepada konsumen yang ada di Serui,”jelas Melianus Wayangkau.

Pertemuan ini, juga menyikapi datangnya bulan Desember yang mana umat Nasrani akan merayakan Natal. Sehingga diharapkan sebelum bulan desember nanti, pemadaman listrik sudah teratasi dan masyarakat dapat melaksanakan ibadah-ibadah Natal dengan nyaman.

“Dengan adanya penjelasan dari PLN, kami dari DPRD juga mengimbau kepada masyarakat untuk bekerja sama membantu pihak PLN dalam melakukan perbaikan maupun perawatan jaringan listrik di lapangan. Sehingga jangan lagi ada masyarakat yang meminta ganti rugi ketika PLN menbang pohon maupun dahan yang mengganggu jaringan listrik, karena berpengaruh terhadap kinerja mesin pembangkit,”pungkasnya.(her/jog)