BERBAGI

SERUI-Majelis Rakyat Papua (MRP) dalam bidang pokja perempuan melaksanakan sosialisasi dan penguatan lembaga/organisasi perempuan adat papua yang ada di kabupaten kepulauan yapen bertempat di gedung Silas Papare Serui, Selasa (4/12).

Kegiatan yang mengambil tema penyelamatan tanah dan manusia Papua dan sub tema memperkuat lembaga/organisasi perempuan adat papua yang mandiri berkualitas dan berintegrasi tersebut, sangat disambut baik dan mendapat apresiasi.

Ketua tim Pokja Perempuan MRP, Lenira Wonatorei, dalam sambutannya menuturkan agar Pemerintah Kabupaten dapat memperhatikan beberapa hal besar yang sangat penting khususnya bagi perempuan asli Papua.”Agar bisa lebih utamakan keberpihakan, perlindungan kepada orang asli Papua serta juga bagi para perempuan asli Papua yang ada,”tegasnya.

Ditambahkannya, bukan hanya dari pemerintah namun semua pihak agar bisa membuat regulasi khusus keperpihakan kepada pihak perempuan Papua karena Otsus tinggal tiga tahun kedepan. “Otsus tinggal tiga tahun kedepan jadi kita tidak tau mau dibawa kemana perempuan dan anak asli Papua kedepannya,”tuturnya.

Sementara itu, Bupati Yapen, Tonny Tesar dalam sambutannya mengatakan kegiatan yang dilakukan Pokja Perempuan akan berdampak sangat baik kepada kehidupan masyarakat Papua a dalam hal peningkatan ekonomi keluarga. Dikatakan pula sosialisasi yang dihadiri perwakilan dari beberapa wilayah adat di papua ini, patut disikapi dan disambut secara baik oleh kita semua sebagai salah satu langkah maju yang positif yang diambil oleh kelompok kerja perempuan adat MRP.

“Apa yang dilakukan ini bertujuan untuk memberdayakan setiap perempuan adat dalam rangka mencapai kualitas hidup perempuan dan anak orang asli Papua di daerah ini yang dilakukan oleh kelompok kerja perempuan adat Papua,”ungkap Bupati.

Bupati Tonny Tesar juga mengatakan pemberdayaan perempuan merupakan salah satu upaya demi mencapai kesejahteraan dan kesetaraan gender dalam kehidupan keluarga dan masyarakat. “Ini sangat perlu dilakukan dengan upaya mencapai hal yang positif yaitu kesejahteraan dan kesetaraan dalam rumah tangga,”paparnya.

Dengan itu Bupati sangat mengharapkan adanya suatu wadah organisasi atau lembaga perempuan adat untuk membina serta mengarahkan bagi para perempuan adat dalam menjalankan fungsi dan perannya di lingkungan keluarga, organisasi, maupun di lingkungan masyarakat.(her/jog)