BERBAGI

SERUI-Mencegah agar menghindari dampak terjadinya suatu bencana tentunya perlu dipahami  semua orang. Untuk itu, Basarnas Serui melakukan pelatihan bagi guru dan anak-anak murid yang ada di Sekolah Luar Biasa (SLB) agar bisa mengetahui langkah apa yang diambil jika terjadi bencana.

Instruktur Basarnas Serui, Thommy Lewelissa, mengatakan pelatihan ini sekaligus menjadi tantangan bagi pihaknya sebab tidak mudah memberikan pemahaman kepada anak murid yang memiliki keterbatasan.

“Kita tetap apresiasi anak-anak di SLB walaupun dalam memberikan materi dan praktek langsung agak kesulitan dalam berkomunikasi,” katanya kepada WONE di sela-sela kegiatan, Kamis (8/11).

Dalam kegiatan tersebut, pihaknya menyiapkan sumber daya yang ada di sekolah ini agar tidak panik dan bisa tenang jika terjadi bencana. Dari pihak sekolah sendiri sangat senang dengan dilakukannya kegiatan tersebut kepada guru-guru dan anak murid yang mempunyai keterbatasan fisik.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Kantor Basarnas Serui, Frans Karubui, yang menilai latihan ini akan bermanfaat bukan hanyak untuk diri sendiri tapi kita juga akan bisa memberikan pertolongan kepada orang lain yang mengalami kesulitan. “Ada beberapa latihan yang di berikan bukan cuma hanyak bagaimana kita menyelamatkan diri tapi bagaimana bertahan hidup saat dalam keadaan darurat,”katanya.

Frans menjelaskan dalam kegiatan yang akan berlangsung selama seminggu itu, siswa diajarkan untuk mempraktekkan setiap materi yang diberikan dalam tanggap bencana.

Apresiasi tinggi di berikan oleh kepala Basarnas kepada para anak murid yang penuh semangat mengikuti kegiatan ini walaupun dalam hitungan fisik para anak-anak ini mempunyai kekurangan yang berbeda-beda. “Bangga dan salut, karena siswa penuh semangat tanpa kenal lelah dan rasa ingin tahu mereka sangat tinggi serta jiwa tolong menolong mereka sangat besar,”ungkapnya.(her/jog)