BERBAGI
Wakil Bupati Yapen Frans Sanadi dan Ketua Umum MPK Indonesia saat melakukan penandatanganan MoU di ruang Setda Yapen.

SERUI – Beragam upaya terus dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Yapen, guna meningkatkan kualitas jenjang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah agar lebih maju dan berkembang.

Salah satunya yakni melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (Mou) alias Nota Kesepahaman dengan Majelis Pendidikan Kristen (MPK) Indonesia, yang berlangsung diruang Sekda Yapen, Selasa (06/11), antara wakil Bupati Yapen Frans Sanadi dan ketua umum MPK, Ir.David J.Tjandra, MA.

Ir.David J.Tjandra, M.A, disela penandatanganan Mou yang turut dihadiri sejumlah pejabat teras dan staf pemkab kepulauan Yapen diantaranya Plt. Asisten I Setda Yapen, Asisten II Setda yapen, Asisten III Setda Yapen, Kepala OPD terkait, perwakilan Guru, Ketua Klasis Yapen Selatan, serta tamu undangan lainnya, mengapresiasi Pemkab Yapen yang punya komitmen tinggi meningkatkan dunia pendidikan.

“Kami juga mempresentasikan program kami di Kementerian Pendidikan RI untuk bagaimana bisa membantu bukan hanyak mendapatkan ilmu di dalam kelas tapi juga di luar kelas,” papar David.

Ia menambahkan, di Papua MPK Indonesian telah menjadi fasilitator di beberapa insitusi dan yayasan pendidikan, seperti YPK dan juga di YPPGI yang merupakan dua Yayasan Kristen terbesar di Papua.

“Kami mempunyai guru yang sangat berkomitmen dalam memberikan belajar mengajar. Kita sangat berharap Pendidikan Kristen dapat mengikuti perkembangan jaman yang ada, tidak hanya asal-asal saja tapi mempunyai kualitas yang sangat baik” tuturnya.

Menurut David, guru-guru dari MPK Indonesia juga menjadi fasilitator bukan hanya soal pelajaran dalam kelas. Melainkan, sebagai pengajar dalam membuat suatu penghasilan dari potensi yang ada di daerah tersebut.

“Seperti halnya MPK sudah membuat beberapa produksi dari bahan dasar alami atau potensi daerah masing-masing, contohnya daun kelor yang dipadukan dengan beberapa bahan dijadikan menjadi teh celup, Kopi Papua yang dibuat dalam kemasan sachet, sarang lebah dibuat jadi bedak make up, sabun dari minyak kelapa serta beberapa hasil produksi lain,” sebutnya.

Ditempat yang sama, Wakil Bupati Frans Sanadi mengapresiasi dan menyambut baik kerjasama dengan MPK Indonesia.

“Hadirnya MPK Indonesia di Yapen, maka sangat membantu dalam melakukan proses belajar khususnya di bidang agama. Sebagai pemerintah sangat berharap koordinasi ini akan terus dilakukan, untuk sama-sama mengembangkan pendidikan Kristen di Yapen yang lebih maju dan berkualitas kedepannya,” ujar Frans Sanadi.

Kepada pers usai MoU, David Tjandra menambahkan guru-guru dari MPK yang akan datang, juga akan untuk melihat potensi yang ada untuk membantu mengembangkan potensi yang ada di Kabupaten yapen

“Kita harus berkolabaorasi yang sama untuk mengembangkan daerah ini dalam bidang pendidikan, serta bagaimana kasih mengembangkan SDM agar dapat menunjang daerah,” ungkapnya. (Her/Cel)