BERBAGI

SERUI-Polres Kabupaten Kepulauan Yapen, menggelar apel pasukan untuk kesiapan pelaksanaan “Operasi Zebra” Matoa tahun 2018 yang dilaksanakan di halaman Polres Kabupaten Yapen, Selasa (30/10).

Wakapolres Yapen, Kompol. Matius Komboy, selaku pembina apel menjelaskan dari data jumlah kecelakaan lalu lintas pada pelaksanaan operasi yang sama tahun 2017 yang lalu terjadi sebanyak 2.097 kejadian. Angka tersebut mengalami penurunan sebanyak 863 kejadian atau turun sebesar 41% di bandingkan dengan tahun 2016 yang berjumlah 2.960 kejadian serta yang mengalami penurunan juga dalam jumlah korban meninggal pada pelaksanaan operasi yang sama tahun 2017 sebanyak 67 persen.

Diterangkan Kompol. Matius Komboy, dari sisi pelanggaran lalu lintas ada yang mengalami peningkatan yaitu pada tahun 2017 pelanggaran lalu lintas sebanyak 1.069.541. Sedangkan di tahun 2016 pelanggaran lalulintas sebanyak 356.101 yang tentunya mengalami peningkatan hampir dua kali lipat.

“Dalam mengatasi permasalahan bidang lalulintas tidak bisa berdiam diri, melainkan kita wajib bertindak dan melakukan berbagai upaya, dalam melakukan pembinaan dan memelihara tertib berlalu lintas,” ucap Matius Komboy.

Guna mengatasi permasalahan lalulintas tentunya harus memberdayakan seluruh stakeholder agar dapat diambil langkah yang komprehensif dan menyelesaikan permasalahan lalulintas dengan tuntas. Untuk itu Wakapolres mengatakan perlunya koordinasi bersama antar instansi pemerintah yang bertanggung jawab sehingga tercipta keterpaduan langkah yang dapat menunjang pelaksanaan tugas.

Ditemui di selah-selah apel Kompol.Matius Komboy mengatakan, pelaksanaan “Operasi Zebra” tahun 2018 ini ada beberapa prioritas pelanggaran yang menjadi sasaran operasi. “Yang menjadi sasaran pertama, pengemudi masih banyak menggunakan handphone. Yang kedua, pengemudi melawan arus. Ketiga, para pengendara motor masih melakukan berboncengan lebih dari satu. Keempat, para pengemudi dibawah umur. Kelima, pengemudi dan penumpang bersepeda motor tidak menggunakan helm SNI. Keenam, pengemudi kendaraan bermotor menggunakan narkoba dan sering dalam keadaan mabuk, serta yang ketujuh, pengemudi berkendaraan melebihi batas kecepatan yang ditentukan,”pungkasnya.(her/jog)