BERBAGI

SERUI-Cuaca buruk beberapa hari belakangan ini di Kabupaten Yapen membuat aktifitas para nelayan buruknya membuat harga ikan di Pasar Aroro Iroro Serui melonjak hingga dua kali lipat dari harga biasanya.

Yosep, salah satu nelayan yang ditemui WONE di lapak penjual ikan, mengaku sangat merasakan dampak dari cuaca yang beberapa hari kurang bersahabat saat melaut. “Kalau cuaca buruk, kami nelayan juga kesulitan untuk keluar mencari ikan. Resiko cukup besar, sehingga hasil tangkapan juga ikut menurun,”paparnya, Rabu (24 /10).

Dijelaskan harga ikan yang saat ini mulai naik karena kondisi laut yang bergelombang ditambah lagi angin yang begitu kencang sehingga membuat nelayan kesulitan untuk keluar menangkap ikan. Untuk harga ikan puri yang awalnya pertumpuk Rp 10 ribu kini dijual Rp 20 ribu pertumpuk tergantung sudah dibersihkan kepalanya atau belum. Selain itu ikan kombong kecil yang pertumpuk dengan jumlah lima sampai enam ekor dari harga Rp 30 ribu kini sudah naik Rp 50 ribu pertumpuk.

“Harga ikan beda-beda yang kita jual, tergantung banyaknya stok dan ukuran ikan. Yang paling mahal ya ikan merah atau ikan ekor kuning yang sebelumnya Rp 100 ribu kini menjadi Rp 200 ribu per ekor,”tuturnya.

Sementara itu, salah satu masyarakat, Tiser Tabibiati, yang sedang berbelanja ikan ketika ditemui mengaku cukup terkejut dengan harga ikan yang melinjak naik hampir dua kali lipat dari harga normal. “Ya cukup kaget dengan harga ikan saat ini. Saya berharap harga bisa kembali normal seperti sebelumnya karena ekonomi masyarakat kan beda-beda. Ada yang bisa beli walaupun harga ikan tinggi tapi seperti kami yang ekonomi rendah ya tidak bisa beli ikan,”katanya.(her/jog)