BERBAGI

SERUI-Pembangunan penangkaran ikan yang dilakukan oleh Perusahaan Daerah yaitu dari PT.Yapen Mandiri Sejahtera (YAMASE) yang bergerak di bidang perikanan telah mencapai 80 persen. Hal itu disampaikan Bupati Kabupaten Yapen, Tonny Tesar ketika melakukan peninjauan bersama para anggota DPRD Yapen ke lokasi penangkaran di Kabuena, pekan kemarin.

Tonny menjelaskan bahwa penangkaran ikan ini untuk bagaimana dilakukan pembibitan dan pembesaran ikan, dimana pembangunan ini diberi dukungan penuh dari Pemerintah Daerah setempat serta dari pihak DPRD Kabupaten Yapen. “Ini sangat bermanfaat bagi peningkatan lapangan pekerjaan bagi nelayan, juga meningkatkan kesejahteraan para nelayan dan juga ini sangat menguntungkan karena akan meningkatkan PAD (pendapatan anggaran daerah) Yapen,”ungkap Bupati Yapen.

Untuk itu, dengan komitmen Pemkab dan DPRD Yapen untuk terus mendorong perusahaan ini dalam menyesaikan pekerjaannya. “Sesuai rencana akan selesai tiga bulan kedepan untuk bisa diresmikan, kita juga berharap kalau nantinya bapak Presiden hadir ke Papua maka kalau bisa berkenan untuk datang di Yapen sekaligus meresmikan penangkaran ikan ini,”harapnya.

Dalam kunjungan ini Bupati sangat mengharapkan agar sisa pekerjaan dapat di selesaikan seperti pemasangan pipa-pipa dan beberapa hal lainnya yang belum dipasang. “Ada beberapa kendala-kendala yang di alami seperti instalasi pipa yang digunakan sangat berbeda karena semua alat ini di datangkan dari luar negeri dan jarang ada pipa itu di Indonesia, tapi kita akan tetap lakukan dengan berbagai cara,”tuturnya.

Dengan adanya penambahan anggaran sebesar Rp 50 milyar dari APBD perubahan 2018 yang telah diberikan kepada perusahaan daerah ini, diharapkan dapat membantu penyelesaian. “Tahun 2019 mendatang kita akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 10 milyar guna mengelola proses pembibitan dan juga pembesaran ikan,”ujar Tonny Tesar.

Di tempat yang sama, Dirut Yamase Drs.Roriwo Karetji, menjelaskan proyek ini ada dua bagian besar yaitu pembibitan dan keramba ikan. Pembangunan penangkaran ikan ini dikatakan bahwa dari awal sudah sangat dirasakan oleh masyarakat khususnya para nelayan karena ikan dibeli dari mereka. “Keramba ini kapasitasnya mencapai 7,2 juta ekor ikan,”papar Drs.Roriwo Karetji.

Alat yang digunakan hanyak ada terdapat dua di dunia selain di Rusia alat ini juga digunakan oleh Indonesia tepatnya di Kabupaten Yapen.”Alat yang di gunakan ini baru ada di Indonesia tepatnya di Serui, daerah lain tidak ada. Kendalanya yang dihadapi lebih kepada ukuran-ukuran pipa yang berasal dari luar kadang berbeda dengan yang ada di Indonesia, ada yang kita buat lebih kecil ada pula yang kita buat lebih besar,”ucapnya.(her/jog)