BERBAGI

SERUI-Penanggulangan bencana di Indonesia dilakukan dengan prinsip dasar membangun kembali lebih baik dan pengurangan resiko bencana, yang diwujudkan dalam rencana aksi penanggulangan bencana kedepan. Untuk itu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Yapen mengadakan sosialisasi pengkajian kebutuhan jitu pasca bencana (Pasna) yang diikuti perwakilan dari beberapa instansi bertempat di gedung KNPI, Senin (15/10).

Ketua Panita Sosialisasi Pasna, Rita Mbaubedari, dalam sambutannya mengatakan batasan kegiatan sosialisasi pengkajian kebutuhan pasca bencana tahun 2018 adalah diarahkan kepada aparatur yang meliputi BPBD,  instansi/lembaga terkait dan semua lapisan yang mempunyai peran dalam pembangunan.

“Kegiatan ini untuk memberikan pengetahuan kepada peserta maupun pemangku kepentingan terhadap beberapa pedoman terkait rehabilitas dan juga dan rekonstruksi dalam penanggulangan bencana dan pengetahuan dalam penyelenggaran kajian kebutuhan pasca bencana sebagai dasar utama penyusunan rencana aksi rehabilitas dan rekonstruksi,”kata Kabid rehabilitasi dan rekontruksi BPBD Yapen ini.

Rita sangat berharap kepada para peserta setelah mengikuti kegiatan ini mampu melakukan pengkajian kebutuhan pasca bencana. “Menjelaskan konsep dasar pengkajian kebutuhan pasca bencana, tahapan pengaktifan, membentuk tim kerja persiapan, mengumpul data, membuat analisa data, dan menyusun laporan, semua materi ini di harapkan mampu melakukannya secara baik,”ujar Rita.

Pengkajian kebutuhan pasca bencana merupakan suatu rangkaian kegiatan pengkajian dan penilitian akibat, analisis dampak, dan perkiraan kebutuhan yang menjadi dasar bagi penyusunan aksi rehabilitas dan rekonstruksi.

Mewakili Bupati, Plt Ass.1 Setda Yapen Paul Paru, menyampaiakan Kabupaten Yapen adalah salah satu wilayah yang rawan akan bencana. Datangnya bencana tidak dapat kita prediksi dan hindari, maka dengan itu kita dituntut untuk lebih tanggap guna melakukan berbagai langkah dan upaya strategis untuk mengatasi kerugian material. “Untuk itu yang perlu kita lakukan adalah menyusun rencana aksi penanggulangan bencana yang di dalamnya berupa kegiatan pengkajian dan penilaian,”ujarnya.

Ia menambahkan kegiatan sosialisasi ini memberikan pengetahuan tentang bagaimana cara antisipasi atas pasca bencana.”Pentingnya kegiatan ini maka saya berpesan kepada para peserta untuk memfokuskan perhatian sepenuhnya pada materi -materi yang diberikan,”ucap Paul Paru.

Kegiatan ini sendiri dilaksanakan selama dua hari  dengan menghadirkan pemateri dari BPBD Provinsi Papua Bidang rehabilitasi dan rekonstruksi.(her/jog)