BERBAGI

SERUI-Sesuai dengan amanat Kementerian Kesehatan RI di bulan Oktober ini beberapa Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Papua harus melakukan pencanangan eliminasi penyakit Kaki Gajah secara serentak.

Maka dihari peringatan HUT TNI ke 73 tahun, Dinas Kesehatan Kabupaten Yapen juga melaksanakan pencanangan bulan eliminasi penyakit kaki gajah tahun 2018 yang ditandai dengan pemberian obat secara massal kepada seluruh element masyarakat, bertempat di Lapangan Trikora Alun-alun Serui, Jumat (5/10).

Penyakit kaki gajah merupakan salah satu penyakit yang menular yang di sebabkan oleh adanya cacing filaria yang menyerang kelenjar getah benih yang ditularkan oleh semua jenis nyamuk. Dalam sambutan Bupati yapen yang dibacakan oleh Kasdim 1709/YAWA Mayor Arm Mustafa Lara, dikatakan penyakit kaki gajah yang bisa menular ini, berakibat pada pembengkakan pada tangan, kaki, payudara, dan juga kantong buah zakar sehingga dapat menimbulkan cacat yang di derita seumur hidup.

“Kabupaten Yapen merupakan salah satu daerah endemis penyakit kaki gajah, sehingga potensi penularan penyakit ini sangatlah tinggi. Dengan demikian tentunya pihak pemerintah dan dinas kesehatan yapen lebih bergerak cepat dalam melakukan tindakan pencegahan untuk semua masyarakat untuk lebih menjaga diri terhadap penularan penyakit kaki gajah,”paparnya.

Untuk itu Dinas Kesehatan yapen dan pemerintah daerah setempat menegaskan agar pernyataan komitmen kita bersama dalam melakukan pencegahan harus benar-benar mengantarkan Yapen bebas dari penyakit kaki gajah di tahun 2020. “Kita harus sama-sama bertekad mengeliminasi kaki gajah di Yapen,”tukasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Yapen, dr.Eprhaim Osok saat ditemui WONE, mengatakan setelah pencanangan tersebut pihakany langsung bergerak turun ke tengah-tengah masyarakat memberikan obat ini.

Kabupaten Yapen merupakan satu dari delapan belas kabupaten/kota se Papua yang saat ini serentak melakukan pencanangan bulan eliminasi penyakit kaki gajah. “Tidak semua bisa minum obat ini, yang bisa usia 2 sampai 70 tahun, di bawah 2 tahun belum bisa, untuk usia di atas 70 tahun harus sesuai dengan resep dokter,”imbuhnya.(her/jog)