BERBAGI

Asosiasi Bupati Pegunungan Tengah Foto bersama Gubernur Lukas Enembe

Gubernur Lukas Sarankan Asosiasi Bupati Wilayah Tabi,  Saireri, Animha, Mamta

JAKARTA – Kurang lebih  empat tahun vakum, Forum Asosiasi Bupati se Pegunungan Tengah Papua bersepakat aktif kembali.
Saat menggelar konferensi pers, setelah melalui serangkaian diskusi. Akhirnya ditunjuk Bupati Lani Jaya Befa Jigibalom sebagai Ketua Asosiasi menggantikan John Wempi Wetipo. Sedangkan wakil ketua dijabat Bupati Mamberamo Tengah Ricky Ham Pagawak.
“Hari ini di Jakarta di Hotel Indonesia, hotel pertama di republik ini, kami dengan berbagai  diskusi dan juga disarankan oleh Gubernur Papua untuk kembali membentuk asosiasi, sehingga untuk pertama kali asosiasi bupati Pegunungan Tengah yang terdiri dari beberapa kabupaten mulai dari Pegunungan Bintang hingga ke Puncak, Papua telah terbentuk,”kata Befa kepada pers di Hotel Kempinski di Jakarta Pusat. Rabu malam (3/10/2018).
Dijelaskannya dirinya akan memimpin asosiasi ini selama dua tahun. Kata Befa, pengalaman sewaktu asosiasi ini berdiri, berbagai program strategis sudah dilakukan pada jaman Lukas Enembe yang saat ini menjabat Gubernur Papua. memimpin asosiasi ini. Dimana memperjuangkan hal – hal terobosan di kabupaten wilayah Pegunungan dan ini sudah terjadi. Antara lain Jalan Habema – Yuguruk.
“Itu salah satu yang didobrak untuk pertama kalinya oleh Asosiasi ini Pegunungan Tengah yang dalam satu tahun kedepan sudah terbuka isolasi,”terangnya.
Selain itu juga ada  hal – hal teknis kedalam yang pernah diperjuangkan luar biasa. “Sehingga harapan kami kedepan. Asosiasi ini akan saling bersinergi dan bahkan tidak saja menunggu dari pusat. Akan tetapi bersama  mengambil langkah strategis untuk percepatan pembangunan kawasan. Tentunya tidak lepas di dukung oleh Gubernur Papua.  Arahan dan petunjuk beliau sangat diharapkan dalam aosiasi ini,” kata Befa yang diamini sang wakil Ricky Ham Pagawak.
Menyinggung masa waktu dua tahun kepemimpinan yang relatif singkat, dan dihadapkan pada serangkaian agenda kerja, menurut Befa, sebagai sesama kabupaten di wilayah pegunungan merasa senasib dengan wilayah yang terisolir dengan tingkat kemahalan yang sangat tinggi, maka asosiasi akan dijadikan sebagai tempat kajian dan solusi, diantara para bupati ini untuk dapat berbuat sesuatu.
“Kita harus buat dalam semua hal secara bersama – sama. sesuatu kalau kita bersama – sama pikul. Itu pasti ringan, jadi itu yang akan kami lakukan disemua hal,”tukas Befa.
Selain itu juga akan dibahas mengenai Otonomi Khusus bagi Papua yang tersisa enam tahun lagi itu akan dibahas. “Jadi kita punya diskusi itu untuk kedepan Asosiasi ini bagaimana,”ucapnya.
Asosiasi Bupati se Pegunungan Tengah Papua dengan anggotanya diantaranya Kabupaten Lanny Jaya, Mamberamo Tengah, Yalimo, Jayawijaya, Nduga, Tolikara, Yahukimo, Pegunungan Bintang, Puncak Jaya, dan Puncak.
Ditempat yang sama, Gubernur Papua Lukas Enembe menegaskan, asosiasi ini sebenarnya sudah ada. Setelah ketua sebelumnya dijabat John Wempi Wetipo, yang seharusnya sudah dua tahun berakhir. Akan tetapi memimpin hingga empat tahun.
“Itulah sebabnya sekarang sudah terpilih lagi Bupati Lany Jaya sebagai ketua Asosiasi dengan wakilnya Ricky Ham Pagawak. Jadi pengalaman yang sudah pernah kita lakukan, saya berharap dengan asosiasi ini kita mempunyai pengalaman saling membantu kita godok bersama  seperti Bandara Wamena,” harapnya.
Gubernur Lukas juga menceritakan semasa dirinya menjabat sebagai ketua asosiasi, diantara sesama bupati pegunungan saling membantu.
Kerjasama sama yang luar biasa oleh kalangan asosiasi. Program yang dianggap penting dan prioritas ini antara para bupati saling bantu.
“Oleh karena ini apa yang sudah mereka (para bupati-red) lakukan dan akan lakukan. Kita akan bantu mereka, memberikan masukkan dan saran,” terang Gubernur.
Selaku mantan ketua organisasi dan orang nomor satu di Papua, dirinya menyarankan kiranya asosiasi seperti ini juga bisa dibentuk di wilayah Meepago, Saireri, Animha dan juga Mamta.
“Karena sebenarnya banyak bupati yang menginginkan wadah seperti ini sudah ada dan saya berharap bisa terbentuk, sehingga mereka bisa tau permasalahan yang kita hadapi,” harapnya.
Termasuk hal terpenting yang dibicarakan  mengenai formasi CPNS. “Asosiasi ini harus punya peranan penting. Sebab siapa- siapa yang diangkat ada di tangan bupati. Ini juga harus menjadi perhatian para bupati,” pungkasnya. (Cel)