BERBAGI

SERUI-Permintaan masyarakat akan sejumlah kebutuhan pangan baik itu beras, gula, tepung, minyak goreng dan beberapa barang lainnya dijamin ketersediaannya hingga akhir tahun 2018. Demikian disamapikan Kansilog Serui, La Imu, yang menjelskan bahwa stok yang tersedia di Gudang Bulog Kabupaten Yapen sangat mencukupi kebutuhan hingga akhir tahun 2018.

“Untuk stok beras premium sendiri ada 1.431.350 kilogram (Kg), tepung terigu 3.500 Kg yang terbagi dengan kemasan satu kilo sebanyak 2.500 Kg sedangkan yang kemasan dua puluh kilo sebanyak 1000 Kg. Hampir semua stok di gudang aman hingga 3,5 bulan kedepan jadi masyarakat jangan khawatir,”ujarnya saat di temui di ruang kerjanya, Jumat (14/9).

Selain itu, La Imu juga menjelaskan saat ini bulog juga sedang mempromosikan brand produksi dengan merek “Kita” kepada masyarakat. Untuk yang ada sekarang disiapkan yakni Gula Kita kemasan 1 Kg, Tepung Kita kemasan 1 Kg, Minyak Kita 1 Kg dan ada Beras Kita dengan kemasan sachet ukuran 200 gram.

“Kemasan dengan brand ini untuk pemasaran di masyarakat sudah mulai meningkat dan dikenal. Contoh saja Gula Kita mulai masuk tahun 2016 dan hingga 2018 ini sudah sangat meningkat permintaannya. Lain hal lagi dengan Minyak Kita (minyak goreng) yang baru masuk di bulan Maret 2018 juga tidak kalah meningkat permintaannya di kalangan masyarakat,”ungkap Kansilog Serui.

Meningkatnya permintaan ini, kata La Imu, walaupun masih dalam tahap perkenalan dan belum diedarkan secara luas ke toko-toko ataupun supermarket. Namun dalam waktu dekat, dengan telah ditambahnya stok di gudang maka pihaknya akan segera mengedarkan merek Kita tersebut ke pasaran.

“Sementara kita masih jual di koperasi Bulog saja karena dalam tahap perkenalan tapi dalam waktu dekat segera kita edarkan secara luas ke pasaran,”ujarnya.

Soal harga yang di tawarkan kepada masyarakat lebih murah karena harga yang di keluarkan dari pemerintah agar bulog tidak menjual diatas harga yang telah ditentukan pemerintah.

Disamping itu, Bulog Serui saat ini telah bekerja sama dengan beberapa kios yang menjual beras, gula, tepung dan beberapa  barang lainnya agar menjual produk tersebut sesuai dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah. “Jadi penjual nantinya tidak diperkenankan menjual diatas harga yang telah disepakati. Seperti contoh untuk penjualan beras bulog per Kg di tingkat pedagang tidak boleh diatas harga Rp 10.000,”tukasnya. (her/jog)