BERBAGI

APBD Kabupaten Kepulauan Yapen Berkurang di Tahun 2018

SERUI-Ratusan guru kontrak yang mengikuti tes tenaga guru kontrak Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Yapen gagal. Dari 406 tenaga guru kontrak pada Sekolah Dasar (SD) hanya 134 yang dilulus.

Nah, hasil ini membuat ratusan guru kontrak yang tidak lulus tes mendatangi Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Yapen untuk mempertanyakan hasil tersebut, Jumat (14/9).

Salah satu guru kontrak di SD YPK Sion Wadapi, Yomina Arobaya merasa kecewa dengan hasil pengumuman tes. Ia merasa tidak adanya keadilan yang didapatkan olehnya dan ratusan guru kontrak lainnya.

“Ini tidak adil masak kita yang selama ini bekerja dengan aktiv tapi tidak lolos sedangkan yang tidak aktiv kerja bisa lolos,” katanya sambil mengeluarkan air mata.

Ia menyebut, untuk guru kontrak SD kurang lebih sebanyak 406 yang sudah di kontrak sebelumnya, tetapi dari hasil yang keluar saat ini hanya ada 134 nama saja yang akan di kontrak kembali.

“Tahun 2017 mereka hanya menerima honor 5 bulan terakhir sedangkan di tahun 2018 sampai saat ini mereka tidak menerima honor sama sekali,” mirisnya.

“Kita sudah mengabdi dan tidak di bayar honor di tahun 2018 tapi kami tetap kerja.  Tetapi saat ini saya punya nama tidak keluar dan itu membuat kecewa yang sangat besar untuk saya dan teman-teman guru kontrak lainnya,” sambungnya.

Yomina menuturkan bahwa dirinya bersama guru kontrak yang lain menanyakan janji Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen yang menyatakan akan mengontrak kembali guru-guru kontrak yang turun bekerja di lapangan.

“Masa mereka yang tidak aktiv bisa dapat nama lagi untuk di kontrak kembali,” tanya Yomina di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Yapen.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kepulauan Yapen, Saskar Paiderouw menyampaikan bahwa tahun 2018 ada pengurangan kuota guru kontrak sehingga hasil tes pasti ada yang dikontrak dan tidak dikontrak kembali.

“Jumlah guru kontrak di tahun 2018 memang di kurangi karena adanya pengurangan dalam APBD Yapen yang membuat pengurangan itu terjadi. Kalau diupayakan banyak kita tidak bisa mengakomodir gaji nanti,” jelas Saskar kepada wartawan.

Saskar menyebut, jumlah guru SD tahun 2017 sebanyak 406 orang, guru SMP 90 orang, SMA/SMK 80 orang sehingga totalnya sebanyak 576 orang, tenaga guru kontrak. Sedangkan untuk jumlah guru SD di tahun 2018 sebanyak 134 orang, guru SMP 50 orang, guru SMA/SMK 40 orang. “Jumlah yang diterima hanyak 224 guru kontrak saja,” sebutnya.

Dikatakan, selain pengurangan APBD yang membuat pengurangan guru kontrak, dalam melakukan uji kompetensi guru bulan Januari, para penilai telah melakukan penilaian tersendiri.

“Dari hasil yang dinilai adalah laporan sesama guru kontrak dengan pihak sekolah yang kurang aktiv, guru kontrak selesai tapi masih bertugas sebagai guru honor dan ada beberapa penilaian lainnya lagi,” katanya.

Pengurangan guru ini juga, kata Saskar berdampak kepada Distrik Yapen Selatan yang tidak dapat jatah guru kontrak sama sekali.

“Ada beberapa sekolah di Distrik Yapen Selatan yang mendapatkan pertimbangan pengecualian karena memang sekolah tersebut memang tidak ada guru tetap, hanya ada kepala sekolah saja,” bebernya.

Lulusnya beberapa guru kontrak, Saskar mengingatkan, agar satu Minggu guru kontrak tidak melakukan lapor diri ke sekolah yang ditempati dan tidak melaksanakan tugas ke sekolah maka pihaknya akan langsung melakukan pemutusan kontrak. “Tanpa harus panggil guru tersebut,” tegasnya.(her)