BERBAGI

SERUI – Sejumlahguru kontrak yang selama ini mengabdi dan aktif melaksanakan tugasnya di kabupaten Kepulauan Yapen, mendatangi kantor DPRD Yapen guna mengadukan nasib mereka.

Sebab, puluhan guru kontrak itu mengaku kecewa tidak diperpanjang kontraknya.

Moktar Raubaba, koordinator para guru kontrak yang mendatangi DPRD Yapen, mengaku tidak puas dengan hasil yang di umumkan oleh Dinas Pendidikan Yapen.

“Kami sebagai guru kontrak sangat kecewa karena adanya ketidak adilan kepada kami”, ujarnya di depan Kantor DPRD Yapen. Selasa (18/9).

Ia menjelaskan, pemerintah harusnya lebih jeli melihat, sebab ada beberapa guru yang ditugaskan di kampung tapi tidak melaksanakan tugasnya malah mereka berada di kota.

“Banyak guru kontrak yang kita ketemu ada di kota cuma jalan terus tidak naik mengajar. Sebaliknya kami justru tak diperpanjang kontrak,” kata Moktar.

Selain itu Moktar juga mempertanyakan soal gaji yang didapat. Ia menganggap dengan gaji Rp.2,5 juta,  sama dengan gaji guru yang tempat tugasnya sangat jauh.

“Gaji kita ini yang ditempatkan jauh juga sama dengan mereka yang tinggal dekat dengan kota,” keluhnya.

Salah satu guru kontrak lainnya menuturkan, dari bulan Januari lalu sampai saat ini honor mereka belum diterima sama sekali.

“Dari Dinas Pendidikan Yapen juga belum pernah memberikan keterangan soal honor dan bagaimana nasib dari guru kontrak yang diputus tidak aktif atau tidak dalam melaksanakan tugas,” ujarnya.

Setelah beberapa saat berada di depan gedung DPRD, Rudi Mora sebagai Ketua Komisi III DPRD Yapen menerima mereka dan langsung melakukan tatap muka dengan para guru kontrak ini.

Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang rapat DPRD ini, Rudi mengaku siap meneruskan aspirasi para guru kontrak kepada pihak eksekutif yakni Bupati Yapen.

“Ya sampaikan saja aspirasi guru kontrak dan kami akan langsung menyerahkan aspirasi ini kepada Bupati, karena yang mengambil keputusan adalah bupati bukan kami,” kata Rudi di depan para guru kontrak. (Her/Cel)