BERBAGI
    Sejumlah Cabor Berpeluang DikrangiSekertaris Umum KONI Papua, Kenius Kogoya

JAYAPURA – Sekertaris Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua, Kenius Kogoya menegaskan bahwa, bukan karena KONI Papua tidak mampu menyiapkan Atlet pada pelaksanaan Pekan Olahraga Nsional (PON) XX Tahun 2020 mendatang, akan tetapi karena faktor Fasilitas dan Sarana belum tentu dalam jangka waktu dua tahun kedepan semua Venue dapat dipersiapkan sehingga hal berpeluang mengurangi sejumlah Cabang Olahraga (Cabor) yang telah dibicarakan sebelumnya.

“Kita akan melihat setiap Cabor yang eksis serta pengurusnya ada, kemudia Atletnya aktif, memiliki peluang untuk prestasi, serta Cabor sangat dicintai masyarakat, itu yang akan jadi pertimbangan kita,” terang Kenius Kogoya kepada Wartawan, Selasa, (18/9).

Lanjut Kanius Kogoya mengatakan, Cabor yang akan tetap dipertandingkan yaitu, Cabang Olahraga Olimpik, namun Cabor yang tidak wajib, KONI Papua akan segera meninjau lebih dalam lagi terkait ada-tidaknya kepengurusan di Provinsi serta dari aspek kesiapan Atlet itu sendiri.

“Itu kemudian kita akan pertimbangkan, karena kami di KONI diminta untuk bisa melakukan seleksi kembali terkait Cabor-Cabor yang akan dipertandingakan di PON 2020,” ungkapnya.

Kenius mengatakan, dengan adanya Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda (Kadisorda) yang baru bisa berkolaborasi dengan Kabupaten dan Kota untuk pembangunan Venue agar dapat mendistribusi sebagian Cabor sehingga tidak membebani pihak Pemerintah Provinsi Papua.

“Kabupaten juga bisa mengambil bagian untuk pembangunan Venue, misalnya Kabupaten menyiapkan anggarannya, kemudian Cabor apa yang mau dia pertandingkan disana, pasti semua Cabor bisa dipertandingkan,” ungkapnya.

Diakui Kenius Kogoya. jika dalam diskusi mengenai jumlah Cabor yang dilakukan bersama sempat mengalami  kesulitan karena dalam pembangunan Venue cukup banyak dan dengan waktu yang sangat singkat.

“Tapi kalau bisa terestribusi ke Kabupaten/Kota itu bisa diambil oleh Klaster yang sudah ada dan mereka siap untuk pembangunan Venue, kemungkinan bisa semua Cabor dapat kita pertandingkan,” ucapnya.

Lanjut Kenius mengatakan, jika beban biaya pembangunan Venue tersebut bersumber dari Provinsi, maka hal itu juga akan menjadi masalah, karena  waktu untuk membangun hanya tersisa dua tahun, dan APBD tidak hanya untuk membangun Infrakstruktur untuk PON.

“Mungkin perlu membuka diri kepada Kabupaten/Kota dari lima Klaster agar dapat mengetahui apa saja yang dapat disiapkan di Daerah. Mungkin saja tidak perlu untuk mambangun Venue baru, tapi ada fasilitas yang dapat di Renovasi itu yang harus dilakukan dengan waktu yang sangat singkat ini,” kata Kenius.

Kenius mencontohkan  salah satu Cabor tidak perlu Venue adalah Cabang beladiri, karena dimana ada gedung dan matras, maka pertandingan dapat dilaksanakan.

“Kita akan sangat rugi, kalau kita harus kurangi sekian Cabor dan juga kita akan dianggap belum siap. Ini tantangan buat kita, dan kami harap Kadisorda lebih terbuka untuk melihat kondisi di daerah apa saja yang akan di Renovasi atau dibangun, komunikasi ini yang harus segera dilakukan dengan lima Klaster,” tutupnya.(aan/pel)