BERBAGI
SAMN Demo Tolak Peredaran Miras di Kota Jayapura
Ketua SAMN Anias Lengka membacakan pernyataan sikap di halaman kantor DPRD Kota Jayapura ketika mengadakan Demo Damai menolak peredaran miras di Kota Jayapura

JAYAPURA – Seperti telah diberitakan di media ini sebelumnya bahwa Solidaritas Anti Miras dan Narkoba (SAMN) bakal mengelar aksi demo damai menolak peredaran minuman keras (Miras) di Kota Jayapura, maka Senin, (18/9) aksi demo damai itu digelar di Halaman Kantor DPRD Kota Jayapura.

Sebelum menuju Kantor DPRD Kota Jayapura di Kota Raja, Distrik Abepura, sekitar 25 orang yang mengatasnamakan Solidaritas Anti Miras dan Narkoba (SAMN) wilayah Kota Jayapura dipimpin Anias Lengka sebagai Ketua, dengan dilengkapi sejumlah poster, mereka berkumpul di depan Ruko Merpati Abepura melakukan orasi selanjutnya menuju Kantor DPRD Kota Jayapura.

Aksi demo damai tersebut dalam rangka menyikapi  maraknya peredaran dan penjualalan miras di Papua khususnya di Kota Jayapura menjadi ancaman bagi masyarakat.

“Melihat kondisi Papua khususnya di Kota Jayapura, banyak sekali kejadian yang tidak diinginkan di depan mata, seperti kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan pengendaranya meningggal dunia, pencurian, perudukpaksaan, KDRT, kebanyakan hal ini terjadi berawal pelaku dipengaruhi miras,” ungkap Ketua SAMN Anias Lengka.

Anias Lengka mengatakan dalam orasinya meminta kepada Pemerintah Kota Jayapura  dan DPRD Kota Jayapura segera mencabut ijin penjualan miras di wilayah Kota Jayapura dan mengakkan Perda tentang Miras Nomor 15 Tahun 2013.

Selain itu, ia juga meminta kepada aparat keamanan agar menangkap penjual miras di emperan toko dan pinggir jalan  sepanjang Kota Jayapura. “Tujuan kami sudah jelas, kami ingin Pemkot dan DPRD Kota Jayapura segera merealisasikan Perda nomor 15 tahun 2015 tentang miras dan segera mencabut ijin penjualan miras di Kota ini,” tegas Ketua SAMN Anias Lengka di halaman Kantor DRPD, Kota Jayapura.

Lengka mengajak seluruh lapisan masyarakat yang ada di Papua khususnya di Kota Jayapura  agar bersama-sama menolak peredaran miras di Tanah Papua, karena miras merupakan sumber masalah dan musuh kita bersama.

Aksi tersebut juga hadir Panji Mangkunegoro, Ketua Forum Peduli Pembangunan Demokrasi (FPPD) yang ikut memberikan orasi demo damai menambahkan, jika Kota Jayapura merupakan barometer Provinsi Papua, namun generasi muda di Kota Jayapura sudah hancur akibat dari minuman keras dan narkoba.

“Pemerintah adalah wakil dari Tuhan untuk memimpin raknyatnya, sehingga pemerintah harus bertanggungjawab pada rakyatnya yang telah menjadi korban dari miras,” jelasnya.

Sementara itu, Sekertatis DPRD Kota Jayapura, Martinus Asmuruf yang menerima massa demo damai mengatakan, jika saat ini seluruh anggota DPRD Kota Jayapura sedang melakukan survei lapangan sehingga mereka tidak ada ditempat.

Ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada massa yang telah tertib  dalam melaksanakan aksi demo damai yang mereka lakukan dan akan menyampaikan aspirasi kepada pimpinan DPRD Kota Jayapura.

Sekitar pukul 12.00 WIT massa yang dikawal oleh Patwal Polres Jayapura Kota  bergerak ke Kantor Wali Kota Jayapura untuk menumui Wali Kota dan Wali Kota beserta jajarannya untuk menyampaikan hal serupa (cr-03/pel)