BERBAGI
Atlet Muaythai Papua yang aktif terus menjalani latihan (1)
Atlet Muaythai Papua yang aktif terus menjalani latihan

JAYAPURA- Pengurus Provinsi (Pengprov) Cabang Olahraga Muaythai Papua bukan saja mempersiapkan Atlet Muaythainya untuk berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Tahun 2020 Papua, namun Pengprov Cabor Muaythai menyiapkan Atlet untuk mewakili Indonesia di Pentas Olahraga se Asia Tenggara, Sea Games di Manila, Filipina pada 2019 mendatang.

“Muaythai Pengprov Papua, dari Ketua Umum, Katua Harian dan seluruh pengurus lagi persiapkan Atlet bukan hanya untuk PON, akan tetapi tahun depan ada Sea Games.  Diajang itu, Muaythai Papua menargetkan menyumbang Atlet Muaythai untuk Indoenesia,” ujar Pelatih Muaythai Papua, Dony Ayorbaba kepada Harian WONE di Jayapura, Jumat, (14/9).

Dengan dipertandingakannya Cabang Muaythai dalam Sea Games, dari 30 Cabor, hal itu merupakan peluang besar Kelas Putri dimainkan karena di Filipina banyak petarung tidak seperti sebelumnya di Malaysia yang tidak mempertandingakan Kelas Putri.

“Kalau di Filipina itu kemunkinan tidak hanya lima kelas, tapi 11 atau 12 kelas sehingga ini terget kita. Kalau kita bisa meloloskan Atlet kita ke Sea Games, maka kita ada peluang besar lagi di PON,” terangnya.

Menurutnya, jika Atlet Papua telah sampai pada iven sekelas Sea Games, maka untuk PON XX, Atlet tersebut semakin percaya diri dengan jam terbangnya yang sangat cukup dan diatas rata-rata dari Atlet lain.

“Bukan anggap remeh PON, tapi Iven sekelas Sea Games itu kita sudah main diskala Internasional. Jadi itu yang kita tergetkan dari persiapan ini,” ungkap Pelatih Muaythai Papua, Dony Ayorbaba.

Dikatakan Dony, banyak orang yang mengatakan Muaythai tidak pernah libur dalam mempersiapakan Atlet, namun menurutnya sebenarnya ada keinginan untuk dapat berhenti sejenak untuk menikmati liburan, namun Iven diluar Papua tidak penah berhenti.

“Seperti di bulan Maret kemarin baru selesai Kejurnas. Kita  baru menikmati libur, akan tetapi kita terima surat untuk dua orang Atlet kita masuk ke Pelatnas. Nah kalau kita tidak kasih latih, maka Atlet kita tidak siap dan hancur disana,” bebernya.

Untuk itu, dirinya menghimbau kepada semua Pelatih untuk dapat mempersiapkan atletnya bukan hanya untuk jangka pendek, namun akan lebih baik jika Atlet-Atlet Papua dapat dipersiapan untuk jangka panjang, karena jika Atlet tersebut sudah dapat mengikuti Iven kejuaraan Dunia seperti Sea Games, dirinya percaya akan ada prestasi di PON nanti.

“Salah satu cara untuk mengukur kemampuan Atlet adalah melaui Iven yang pernah diikutinya. Kalau di iven daerah kita tidak bisa bicara Nasional, di Nasional pun kalau perunggu perak kita tidak bisa bicara banyak, tapi kalau diluar sudah bisa dapat medali, pasti akan ada prestasi di PON,” tutupnya. (aan/pel)