BERBAGI
Street Champaign “Selamatkan Cenderawasih”
Street campaign FKJ di depan lapangan Trikora, Distrik Abepura, Kota Jayapura

Jayapura – Meskipun Gubernur Papua Lukas Enembe, mengeluarkan surat edaran Nomor 660.1/6501/SET awal Juni 2117 lalu soal larangan penggunaan burung asli Cenderawasih sebagai aksesoris dan Cinderamata, namun perburuan burung Cenderawasih cantik epidemic Provinsi Paling Timur Indonesia ini terus saja diburung oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab untuk mendapatkan keutungan semata.

Untuk itu, guna menyelamatkan burung Cenderawasih tersebut, Forum Peduli Port Numbai Green yang tergabung dalam Divisi lingkungan Forum Komunitas Jayapura (FKJ) melakukan street champaing  turun jalan depan lapangan Trikora Distrik Abepura, melakukan aksi “demo” penyelamatan agar burung yang mulai langka ini untuk tidak terus menerus di buruh.

Fredy Wanda dari FPPNG sebagai coordinator aksi tersebut mengutarakan keprihatinannya hingga kini belum ada kesadaran oknum-oknum tertentu memahami burung kebanggan warga Papua sedang terancam.

“Perilaku bagi pemburu burung Cenderawasih hanya memikirkan sisi ekonomi saja tidak melihat Satwa yang dilindungi undang-udang ini terancam punah. Padahal ini merupakan warisan  yang sangat indah untuk generasi kita dimana mendatang,” jelas Wanda.

Menurut Wanda, surat edaran yang telah dikeluarkan oleh Gubernur sama sekali tidak memberikan dampak akan berakhirnya pemburuan Satwa tersebut. Buktinya masih banyak penemuan gambar seekor burung Cenderawasih yang sudah dalam keadaan mati dijual di pasar terdisional tersebar baik di wilayah Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura dan disekitar, serta disalah satu Swalayan cukup terkenal di di seputaran jantung Kota Jayapura.

Bahkan, kata Fredy Wanda, salah satu pasar diseputaran Kabupaten Jayapura terdapat burung Cenderawasih jantan sedang dipajang menanti pembeli masih kelihatan sangat fresh.

Fredy menegaskan, anak-anak muda yang kebetulan mempunyai kepedulian penyelamat burung Cenderwasih merasa gemas jika ada postingan gambar burung Cenderawasih asli diperjual dijualikan oleh oknum warga tersebut.

Pantawan media ini, terlihat beberapa anak muda yang tergabung dalam street Campaign yang dilakukan FKJ di depan lapangan Trikora, sejumlah poster yang dipajang seperti bertuliskan “Jangan Bangga Menggunakan Bangkai di Atas Otak, Saat Hanya Bumi Tempat berpijak, Save Cenderawasih, dan Mahkota Cenderawasih Hanya untuk Ondoafi.

“Kami ingin menyuarakan untuk tetap dan bisa menjaga sebelum tiada, bukan tidak mungkin Cenderawasih akan punah dikemudian hari jika tidak dijaga,” tegas Fredy Wanda.(cr03/pel)