BERBAGI

Sebanyak 28 adegan diperagakan Tersangka DT

Rekontruksi Pembunuhan Korban Ajid Suajana
salah satu adegan yang di peragakan dalam rekontruksi ketika pelaku hendak membuka pintu kamar teman kost korban

Jayapura – Petugas Reskrim Polsekta Abepura melakukan rekontruksi kasus pembunuhan dan pencurian dengan kekerasan (curas) terhadap korban Ajid Suajana merupakan pegawai BPK RI yang dilakukan tersangkat DT (20) di Perumahan Melati, Kota Raja, Distrik Abepura.

Dari jalannya rekonstruksi kasus pencurian dengan kekerasan mengakibatkan korban Ajid Suajana merging nyawa, berlangsung Rabu, (5/9). Rekontruksi  teresebut nyaris kecolongan Wartawan.

“Rekontruksi dilakukan pada Hari ini (kemarin-red) ditempat kejadian perkara di Perumahan Melati No. 1 Kota Raja dipimpin oleh Wakapolsek Abepura AKP Teguh Wahyudi, SH didampingi oleh Kanit Reskrim IPTU Fatah Meilana, SIK dan Kanit Opsnal Jetny Sohilat, SH tepat pukul 10.00 WIT hingga 11.00 WIT berjalan dengan aman dan lancar, meskipun ada sedikit terjadi insiden pemukulan oleh salah seorang warga yang emosi melihat terangka kasus pembunuhan itu,” ungkap Wakapolsekta Abepura  AKP Teguh Wahyudi.

Dari adengan demi adegan diperagakan tersangka DT, hal ini sesuai pengakuan tersangka saat pemeriksaan.  “Suasana disekitar rekontruksi terbilang sepi hanya beberapa tetangga kost korban yang hadir. Dari rekontruksi tersebut sebanyak 28 adengan diperagakan oleh tersangka,” singkat AKP Teguh Wahyudi.

AKP Teguh Wahyudi lebih jauh mengungkapkan, untuk tersangka dikenakan pasal 351 ayat 3 tentang tindak pidana pencurian serta kekerasan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang dengan ancaman hukuman  penjara paling lama lima tahun.

Selama rekontruksi berlangsung apa yang diperagakan oleh pelaku sesuai dengan keterangan yang disampaikan ke penyidik, sedangkan semua adegan yang diperagakan untuk melengkapi berkas tersangka. Hanya ada sedikit kejanggalan asal usul kunci yang dipakai pelaku untuk membuka rumah yang dijadikan sasaran pelaku untuk mencuri karena dari keterangan pelaku, kunci didapatkan dibawah.

Namun keterangan yang disampaikan pelaku akan dicocokan kembali dengan kunci aslinya dimana kunci yang  menjadi barang bukti sedikit dikikir dan dibuat halus model lama yang mempunyai motif yang memang mudah untuk bisa didesain. Berbeda dengan kunci jaman sekarang yang banyak bergigi sehingga memerlukan Duplikasi khusus,” tambahnya.(cr03/pel)