BERBAGI

Dari Prosesi Pembukaan Festival BMW 2018

Sebagai wujud dukungan dan penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, yang menggelar Festival Biak Munara Wampasi (BMW), tim Kementerian Pariwisata terjun langsung membuka secara resmi Festival BMW, Kamis (22/8) di Kampung Binyeri-Samber, Distrik Yendidori Biak. Dikarenakan, Festival tersebut sudah masuk di dalam 100 Wonderfull Event Indonesia. Berikut ulasannya.

Laporan : Dessy Fina Wambrauw – Biak.

Lantunan syair lagu berbahasa daerah, penari dengan balutan busana khas Biak Numfor menyambut kedatangan, Staf Khusus Menteri Pariwisata Indonesia, I Gusti Ngurah Putra bersama rombongan yang didampingi oleh Plt.Bupati Biak Numfor Herry Aryo Naap,S.Si,M.Pd.

Prosesi adat kepada tamu yang baru mengunjungi sebuah tempat, diimplementasikan masyarakat lokal sebagai tanda penghargaan dan penghormatan. Pemasangan mahkota hingga pengalungan kepada Staf Menteri Pariwisata dan Plt.Bupati itu, disaksikan oleh ratusan tamu undangan dan seluruh lapisan yang juga turut hadir.

Plt.Bupati Biak Numfor mengungkapkan selamat datang di Biak Numfor dengan wajah tersenyum sukacita. Pasalnya, bukan hanya menonjolkan adat budaya Biak saja, melainkan masyarakat Kampung Samber-Binyeri sudah menyajikan ikan bakar sebanyak 2 ton dan disantap habis oleh semua orang yang hadir.

Setelah Festival BMW itu dibuka dengan tanda penepukan tifa oleh sederet pejabat TNI/Polri, Plt.Bupati dan Staf Khusus Kementerian, dilanjutkan dengan Snapmor atau tangkap ikan menggunakan kalawai di kampung itu.

Sementara itu, Staf Khusus Menteri Pariwisata Indonesia, I Gusti Ngurah Putra memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Biak yang memiliki komitmen dan konsisten dalam meningkatkan sektor pariwisata yakni salah satunya Festival Biak Munara Wampasi (BMW).

Festival BMW di Biak Numfor merupakan kali yang ke-6. Serta, Festival itu merupakan salah satu event nasional yang ada di Provinsi Papua, yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata melalui kegiatan 100 Wonderfull Event Indonesi di tahun 2018.

“Tentunya kami mengharapkan, event-event lainnya di Biak bisa  menyusul untuk di usulkan kepada Kementerian Pariwisata. Dikarenakan Dinas Pariwisata Provinsi Papua sudah menerima surat dari kami, untuk segera menyampaikan usulan terkait event-event yang ada di Provinsi ini dan kemudian kami kurasi di pusat. Setelah itu dapat kami masukan dalam 100 Wonderfull Event Indonesia di tahun 2019 mendatang,”katanya.

Oleh sebab itu, ia bersama tim Kementrian Pariwisata yang turut hadir di Festival BMW akan memantau terlaksananya festival tersebut.

Kabupaten Biak Numfor harus konsisten dan berusaha untuk mendapatkan tempat dihati wisatawan, baik di jenjang Nusantara dan Mancanegara.

Menurutnya, kebijakan dan komitmen Pemimpin Daerah Biak Numfor, Herry Aryo Naap sudah sejalan dengan kebijakan Pemerintahan Joko Widodo, bahwa sejak tahun 2015 sektor pariwisata sudah ditetapkan sebagai salah satu program prioritas untuk pembangunan ekonomi bangsa.

Sektor pariwisata di tahun 2017 merupakan sektor nomor 2 dari 10 besar penyumbang penerimaan devisa anggaran, setelah kelapa sawit yaitu sekitar 5 persen dari PBB Nasional. Bahkan, penyumbangan sebesar 9,8 juta lapangan pekerjaan atau sebesar 8,4 persen kontribusinya secara nasional.

Bukan hanya itu, pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara meningkat 3 kali lipat, dibandingkan dengan pertumbuhan regional dan global sebesar 22 persen pada 2017, dibandingkan dengan Negara lain di kawasan ASEAN yang capaiannya rata-rata 7 persen dan di Dunia rata-rata 6,4 persen.

“Itulah salah satu capain Indonesia dalam meningkatkan sektor pariwisata. Oleh sebab itu, melalui event BMW ini mulai Pemerintah harus penempatkan pariwisata sebagai salah satu sektor unggulan dalam pembangunan daerah. Sebab, pariwisata memiliki karekteristik yang sangat positif. Termaksud di dalamnya hal pelestarian alam dan budaya,”imbuhnya.

Setiap pelaksanaan festival di Daerah menjadi salah satu cara untuk mempromosikan destinasi dan bermuara pada kesejahteraan masyarakat. Dikarenakan, Festival atau event memiliki manfaat multi ganda secara langsung maupun tidak langsung diantaranya, untuk pelestarian seni budaya tradisional.

Dengan itu, Pemerintah harus berjuang memperkenalkan festibal BMW di kancah nasional maupun internasional. (***)