BERBAGI

SENTANI– Salah satu Pelaku usaha asli Papua, J. Yumin Wonda, S.Sos meningatkan kaum pemuda dan pemudi di Papua untuk tidak cepat berputus asa dan fokus dalam setiap usaha yang akan ataupun sedang dikerjakannya. Hal itu menjadi salah satu faktor utama bagi mereka agar bisa maksimal dan berhasil dalam usaha apa yang ditekuninya.

Selain itu, jika ingin mendirikan sesuatu sesuai dengan apa yang menjadi disiplin ilmu yang diambil dibangku pendidikan, maka harus benar-benar pula ditekuni.

“Harus kita akui, kenyataan yang terjadi selama ini kalau sebagai pemuda dan pemudi orang Papua, jarang kita bisa fokus untuk apa yang kita tekuni.  Misalkan disiplin ilmunya dokter atau insinyur kadang lebih tertarik masuk dunia politik dan lainnya. Makanya disiplin ilmu yang sebenarnya kita punyai juga dikuasai saudara kita dari luar,” ujar Yumin Wonda saat memberikan materi tentang manajemen dan Bisnis dalam seminar, penerimaan pelajar, mahasiswa/i dan syukuran kelulusan pelajar serta wisudawan/ti tahun 2018 Napod Suku Mek, di Aula Susteran Biara Santa Klara Sentani, Selasa (21/8) lalu.

Dia kemukakan, sikap mendasar yang wajib dimiliki oleh kaum muda Papua yang ingin benar-benar berhasil dengan apa yang ditekuninya, adalah Takut Tuhan, hargai orang tua dan jauhi perilaku negatif semisal suka mengkonsumsi minuman keras.

“Sebab dalam dunia usaha dalam hal ini bisnis, terutama jika pelakunya adalah anak Papua, kian berat dengan wajib menjaga kepercayaan rekanan, pihak perbankan dan bagaimana bisa mendapatkan pasar. Kalau kita sudah dicap suka negatif misalnya mabuk, maka tentu akan jauh dari kepercayaan itu,” paparnya.

Dia mengakui sikap dan budaya sosial orang Papua yang selalu berdasarkan kasih dan saling tolong menolong serta memberi tak bisa dihilangkan. Hanya saja, dalam dunia bisnis hal itu juga harus seimbang dan bisa diperhitungkan dengan baik.

“Kalau usaha sudah jalan, jangan sampai kita berbagi sampai termakan modalnya.  Bisnis  juga tak ajarkan bagaimana lupakan budaya sosial kita, tapi bagaimana fokus. Kita sebagai generasi muda Papua yang besar ini, harus kita yang jaga. Jangan seakan hanya menjadi pemegang pisau dan bagi, tapi bagaimana lihat peluang apa yang bisa dikelola dan peroleh,” tutur Yumin Wonda.

Dirinya mencontohkan bagaimana kaum muda bisa melihat dan memanfaatkan peluang dengan adanya dana desa dikampung masing-masing.

“Saya hari ini mau ajak anak teman-teman mahasiswa dan pemuda bagaiaman kawal dana desa dana masing-masing agar jangan lagi keluar dari kampung kita. Misalnya kita beternak babi, membuka kebun dan usaha lainnya. Agar apa yang menjadi kebutuhan kampung itu ada dalam kampung, nah dananya mereka pakai untuk beli dari apa yang kita usaha. Kalau tidak berusaha ya dana desa keluar lagi kembali dari kampung. Ini contoh kecil,” papar Yumin yang juga dikenal sebagai pemilik Surat Kabar Harian WONE.

Yumin kembali mengingatkan supaya generasi muda Papua yang sedang menuntut ilmu, yang sedang mencari pekerjaan agar memnafaatkan peluang usaha yang ada. Supaya kedepan, anak-anak Papua akan menjadi kuat dan hebat bukan hanya di dunia politik dan birokrasi tetapi kuat juga di dunia ekonomi dan bisnis.

“Kita orang Papua mempunyai kemampuan  untuk mengembangkan usaha. Memang yang sering membuat kita gagal adalah tingginya sifat sosial kita. Sikap sosial juga perlu tetapi harus berimbang jangan karena alasan sikap sosial lalu semua usaha kita gagal,” pungkasnya. (yan)