BERBAGI

WAMENA–Keluarga almarhuma, Agustina Logo akhirnya menerima kompensasi dari Pemerintah Kabupaten Jayawijaya Rp 500 juta. Penyerahan dana tersebut langsung dilakukan oleh Wakil Bupati Jayawijaya, Jhon R. Banua kepada perwakilan keluarga Agustina Logo di ruang Asisten I Sekda Jayawijaya, Selasa (21/8).

Sebelumnya, keluarga Agustina Logo menuntut kepada pemerintah Jayawijaya dengan dana Rp 1 miliar dan babi (wam) sebanyak 100 ekor. Namun, setelah dilakukan negosiasi, akhirnya keluarga almarhuma menerima dana kompensasi Rp 500 juta.

Saulus Logo, mewakili keluarga Agustina Logo menegaskan, keluarga besar Logo-Mabel, Dabi-Mabel menerima kompensasi dari pemerintah tersebut. Hanya saja, mereka memberikan catatan kepada pemerintah agar dalam melakukan pelayanan imunisasi harus terlebih dahulu dilakukan sosialiasi dan pemberitahuan kepada para guru, atau pun tempat-tempat yang akan menjadi sasaran pelayanan.

“Hal ini harus dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan bersama,” harapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Jayawijaya, Jhon R. Banua mengaku, sebelumnya keluarga almarhuma tetap menuntut Rp 1 miliar dan babi 100 ekor. Meski demikian, dengan diskusi dan pendekatan yang dilakukan akhirnya mereka telah menerima kompensasi dari pemerintah. Sebab, kata Banua tindakan petugas saat itu tidak ada unsur kesengajaan

“Mereka sudah sepakat untuk dibayar Rp 500 juta,” ungkap Wakil Bupati, Banua saat ditemui wartawan usai pembayaran kompensasi di Kantor Bupati Jayawijaya, Rabu (22/8).

Menurut Banua, pembayaran kompensasi kepada keluarga ini dilakukan sesuai petunjuk Bupati Jayawijaya, Jhon Wempi Wetipo. Dana yang dibayarkan tidak sesuai tuntutan keluarga Agustina Logo.

“Uang kompensasi ini itu ditujukan untuk semua, artinya sudah semua permintaan di penuhi oleh pemerintah daerah,” jelasnya.

Dengan pembayaran kompensasi ini, kata Wakil Bupati maka tuntutan keluarga almarhuma telah selesai. Mereka juga meminta kepada pemerintah dalam hal ini Puskesmas Kurulu tetap melanjutkan aktivitas imunisasi di Kurulu.

“Sudah diselesaikan permasalahan dan semua aktifitas kesehatan bisa kembali dilakukan seperti biasa,” pungkasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Jayawijaya, dr. Willy Mambieuw, Sp.B menyambut baik pernyataan keluarga dan bisa menerima dan menyepakatai penyelesaian masalah ini. Sehingga dia berharap pelayanan imunisasi tetap berlanjut.

Sebelumnya, Agustina Logo meninggal dunia setelah mendapat pelayanan polio dan imunisasi campak dan rubella di SD Inpres Umpagalo, Distrik Kurulu. Keluarga Agu Logo memprotes dan menuntut kompensasi kepada pemerintah.(lay/jog)