BERBAGI

WAMENA – Sudah satu bulan aktivitas judi dadu di Pasar Sinakma, Kelurahan Wamena Kota, Distrik Wamena belum juga ditertibkan.  Warga yang berada disekitar hingga saat ini merasa terganggu dengan aktivitas tersebut.

Sejumlah warga yang ditemui wartawan di Sinakma mengaku selama satu bulan ini tidak nyaman dan merasa terganggu dengan aktivitas tersebut. Hal yang menjadi kekhawatiran warga adalah warga yang bermain judi disertai dengan senjata tajam. Bisa saja, akibat mis komunikasi bisa saling adu jotos dan berakhir dengan korban jiwa.

Terkait hal ini, menurut warga sudah dilaporkan ke pihak kepolisian resort  (Polres) Jayawijaya hanya saja hingga saat ini belum juga ditindaklanjuti. “Kami sudah laporkan sebanyak 4 kali ke polisi, tapi polisi jawab bahwa mereka kekurangan personel,” ungkap salah satu warga yang enggan sebut nama saat ditemui di Sinakma, Wamena.

Dari pantauan koran ini, tempat bermain judi ini awalnya berada di Pangkalan Ojek yang berada di depan Pasar Sinakma, lalu berpindah lagi di salah satu jalan yang berada tak jauh dari Sinakma.

Kian hari, jumlah orang yang datang bermain judi ini semakin banyak. Setiap harinya, permainan yang dilarang pemerintah ini dimulai sekitar pukul 13.00 WIT dan berakhir sekitar pukul 1.00 WIT dini hari.

Warga yang berada di sekitar berharap polisi segera turun menertibkan aktivitas judi tersebut karena sangat menganggu kenyamanan dan aktivitas mereka.

Ketua Pemberantasan Anti Miras dan Narkoba Jayawijaya, Ketua Theo Hesegem mengungkapkan, aparat kepolisian wajib hukumnya bertanggungjawab atas keamanan di Jayawijaya, baik pertiban Miras, maupun aktivitas judi di Jayawijaya.

“Soal warga yang lapor lalu polisi jawab kekurangan personel, itu sebenarnya soal penegakan hukum itu polisi wajib hukumnya untuk turun,” tegas Hesegem.

Tidak hanya itu, kata Hesegem banyak kasus yang belum dituntaskan oleh kepolisian sehingga harus segera diselesaikan. Selain itu, untuk Kamtibmas di Jayawijaya tidak hanya menjadi tanggungjawab polisi namun semua pihak harus turut serta.

Ketua FKUB Jayawijaya, Esmon Walilo mengharapkan, aktivitas judi terutama di Pasar Sinakma itu dilihat oleh aparat Kepolisian Resort (Polres) Jayawijaya sebab aktivitas tersebut berdampak pada kenyamanan dan keamanan masyarakat di sana.

“Kami sudah laporkan hal ini kepada bapak Kapolda Papua. Terutama aktivitas judi di Sinakma,” tegas Walilo.

FKUB sendiri telah mendapatkan informasi adanya pembiaran yang dilakukan oleh oknum aparat sehingga mereka meminta kepada Kapolda untuk melihat persoalan ini.

Dia berharap kepolisian segera mengambil langkah untuk mengatasi masalah ini, sebab bila dibiarkan akan berdampak negatif. Bisa saja melahirkan persoalan lain, seperti halnya terjadinya kasus pencurian dan masalah lainnya.(lay/jog)