BERBAGI

WAMENA – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Nduga membantah tudingan terhadap Bupati Kabupaten Nduga yang terungkap dalam fakta persidangan tentang sengketa Pilkada Gubernur Papua di Mahkama Konstitusi (MK) beberapa waktu lalu.

Dalam kesaksian yang dihadirkan pemohon itu menyebutkan Bupati Nduga mengajak warganya untuk memilih salah satu pasangan calon (Paslon) gubernur dan wakil gubernur Papua bila ingin Papua Merdeka.

Ketua KNPI Nduga, Abola Kogoya yang ditemui wartawan di Wamena menegaskan, tudingan bahwa Bupati Nduga mengajak masyarakat agar memilih salah satu pasangan calon (Paslon) Gubernur Papua pada Pilkada Juli lalu itu tidaklah benar.

Sebab, kata Kogoya, pihaknya sejak awal mengikuti proses Pilkada gubernur dan wakil gubernur Papua di Nduga pada Juli lalu. Apa yang disampaikan dalam fakta persidangan terkait ajakan oleh pimpinan daerah itu tidak ditemui.

“Kami mengikuti jalannya Pilkada gubernur dan wakil gubenur di Nduga pada Juli itu. Isu politik Papua merdeka untuk memenangkan suatu kandidat yaitu Lukas Enembe, sebagai pemuda Nduga sampaikan bahwa tidak benar,” tegasnya saat ditemui di Wamena, Senin (30/7) kemarin.

Ia berharap isu Papua merdeka tidak boleh dijual dalam suasana Pilkada, sebab isu tersebut sangat sensitif. Bahkan, dalam proses Pilkada gubernur di sana sempat terjadi kasus yang tak diinginkan bersama sehingga diharap tidak dijual isu tersebut.

Selain itu, ia melihat dalam kasus apa yang disampaikan itu terkait nama baik pimpinan daerah di sana. “Jadi nama baik bupati harus dikembalikan,” tegas Abola.

Bukan hanya itu, salah satu warga yang mendampinginya, Raga Kogoya juga turun menyesalkan isu yang disampaikan itu.  Dia meminta agar informasi ini diklarifikasi karena ini menyangkut nama baik Bupati Nduga, Yairus Gwijangge sebagai kepala suku di Nduga. “Nama baik bupati harus dikembalikan,” imbuhnya.(lay/jog)