BERBAGI

JAYAPURA–  Tim Unit Pemberantasan Pungutan Liar Provinsi Papua menjaring oknum Staf Tata Usaha (TU) SD Negeri Inpres Perumnas 1 Waena, Kota Jayapura berinisial AT (26 tahun) dalam operasi tangkap tangan (OTT), karena diduga melakukan pungutan liar, Kamis (26/7) siang.

Kepala Bidang Humas Polda Papua Komisaris Besar Ahmad Mustofa Kamal kepada wartawan, Jumat (27/7) mengatakan, AT diamankan ketika sedang memungut uang dari salah seorang wali murid SD Negeri Inpres Perumnas 1 yang sedang memindahkan anaknya ke sekolah lain.

“AT ini merupakan pegawai honor yang ditempatkan sebagai staf bagian Tata Usaha di SD Negeri Perumnas 1,” terang Kamal.

Dalam OTT itu, lanjut Kamal, pihaknya mengamankan barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp 350.000, 9 lembar kwitansi atau tanda terima dan sebuah buku agenda daftar siswa pindahan tahun 2018/2019,” kata Kamal.

Kamal menuturkan, TA  memunggut uang adminstrasi sebesar Rp 250.000 untuk setiap kali mengurus pindah atau surat kesediaan menerima masuk sekolah tahun ajaran baru 2018/2019. TA mengaku punguatan administrasi itu atas perintah Kepala Sekolah SD N Inpres Perumnas 1 Waena berinisial DL.

“Pengakuan TA, pungutan itu atas perintah kepala sekolah setempat, namun akan kami dalami lebih lanjut,” tegas mantan Wakapolresta Depok ini,

Ia menambahkan, pihaknya akan penyelidikan lebih lanjut dengan meminta keterangan dua orang saksi berinisial Pa dan Ri, serta tiga orang wali murid yang menjadi korban pungutan liar. Ketiganya masing-masing bernama Salom Ungirwalu, Hendrikus Ngarbingan dan Eko Budi Supriyanto. (ful/jog)