BERBAGI

BIAK– Dalam kurun waktu 6 bulan di tahun 2018 ini, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Biak Numfor berhasil menangani 253 kasus. Dari ratusan kasus itu, ada 70 lebih kasus yang melibatkan anak dibawah umur sebagai pelaku pencurian.

Sedangkan total presentase dari kasus yang diselesaikan oleh Satreskrim sebanyak 73 persen. Aksi pencurian yang kerap melibatkan anak dibawah umur menjadi kasus menonjol dari Bulan Januari hingga Juli tahun 2018 ini. Motif latar belakang perekonomian selalu menjadi faktor utama.

“Dalam 1 semester ini ada 253 kasus yang di laporkan masyarakat, 73 persen dari kasus itu sudah kami tangani. Namun kasus yang paling menonjol dan melibatkan anak dibawah umur hanya kasus pencurian. Ini yang sangat kami sayangkan, kenapa anak dibawah umur itu malah mengikut arus kriminal yang merugikan masa depannya,”kata Kapolres Biak Numfor, AKBP.Rachmad Amsori,SIK melalui Kasat Reskrim AKP. I Wayan Laba,SH di ruang kerjanya, Rabu (25/7).

Diungkapkannya, hasil curian yang dilakukan oleh anak dibawah umur, kerap kali digunakan untuk membeli minuman keras (miras) dan hura-hura. Bahkan, aksi pencurian itu dilakukan oleh anak yang masih sekolah. Dalam hal ini, Satreskrim terus mengembangkan dan menyelidiki dalang dari otak pencurian itu.

“Sampai saat ini kami terus melakukan penyelidikan, guna mencari tahu, apakah ada otak atau dalang dibalik aksi kriminal ini. Untuk kasus curanmor, beberapa waktu lalu kami sudah berhasil mengungkap jaringan dibalik pencurian itu,”imbuhnya.

Selain itu, kasus yang menyeret sejumlah anak bukan hanya pencurian. Melainkan, sebanyak 70 kasus sudah menjadikan anak dibawah umur sebagai korban kekerasan dari orang tua kandungnya. Oleh sebab itu, ia menghimbau agar kiranya orang tua harus menjaga,melindungi dan memberikan mengayomi anak dengan penuh kasih sayang.

“Semua kasus ini dilatarbelakangi perekonomian. Bukan anak dibawah umur saja yang menjadi pelaku pencurian, tetapi anak dibawah umur juga menjadi korban kekerasan. Sejauh ini, kami sudah banyak melakukan pendekatan kepada masyarakat. Bahkan meminta agar jangan lagi ada anak dibawah umur ini yang diperbudak oleh kriminal. Sebab,anak adalah penerus generasi bangsa kita,”pungkasnya. (des/jog)