BERBAGI
Yudhi/Wone Kabid P2KB di DP2KB Kabupaten Jayapura, Yuliana Y. Tunya saat memantau secara langsung Pelayanan Mobile KB kepada warga Distrik Sentani Timur di Puskesmas Harapan, Rabu (25/7)
Yudhi/Wone
Kabid P2KB di DP2KB Kabupaten Jayapura, Yuliana Y. Tunya saat memantau secara langsung Pelayanan Mobile KB kepada warga Distrik Sentani Timur di Puskesmas Harapan, Rabu (25/7)

Yuliana Y. Tunya: Jangan Lihat KB dari Alat dan Obat tapi Lihat KB untuk Merancang Diri Sendiri
JAYAPURA-Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kabupaten Jayapura menggelar Pelayanan Mobile Keluarga Berencana (KB) di Puskemas Harapan, Distrik Sentani Timur, Rabu (25/7).
Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Kabid P2KB), Yuliana Y. Tunya,S.Pd mengatakan, saat ini adalah waktu di mana DP2KB melakukan Mobile Pelayanan KB di Kabupaten Jayapura khususnya di Puskemas Harapan.
“Layanan Mobile KB di mana pemerintah yang mengeluarkan biaya untuk masyarakat dan bukan masyarakat mengeluarkan biaya untuk program ini,” katanya kepada Wone di sela-sela kegiatan layanan, Rabu (25/7).
Disebutkan, di dalam tahun ini, Pelayanan Mobile KB sudah keempat kalinya digelar termasuk di Puskemas Harapan.
“Tujuan digelarnya Mobile KB karena jarak dari rumah ke Puskesmas cukup jauh, dan sebenarnya kita lakukan di salah satu kampung di Distrik Sentani Timur. Akan tetapi satu dan lain hal maka diadakan di Puskemas,” terang Yuliana.
Digelarnya kegiatan saat ini menurutnya, karena koordinasi antara Puskesmas Harapan, Kader KB dengan DP2KB berjalan baik sehingga pelaksanaannya dapat berlangsung.

Kabid P2KB pada DP2KB Kabupaten Jayapura, Yuliana Y. Tunya saat berbincang dengan petugas kesehatan di Puskesmas Harapan, Rabu (25/7)
Kabid P2KB pada DP2KB Kabupaten Jayapura, Yuliana Y. Tunya saat berbincang dengan petugas kesehatan di Puskesmas Harapan, Rabu (25/7)

“Jadi dalam hal ini Kader KB mau di mana, tinggal kerja sama dengan petugas bidan, diputuskan di mana hasilnya baru dilaporkan ke kami. Kalau sudah laporkan, kami tinggal datang untuk melayani,” tambahnya.
Yuliana mambeberkan bahwa animo masyarakat di Distrik Sentani Timur dalam urusan Pelayanan KB masih kurang optimal.
“Nah, hal ini kami dapat sampaikan karena laporan yang kami terima dari Kader KB di kampung-kampung di sini. Saya curiga karena masyarakat menganggap KB bukan sebagai kebutuhan,” tandasnya.
Atau, lebih lanjut dikatakan, sosialisasi yang kurang serta tidak adanya kerja sama yang baik selama ini antara petugas bidan dengan Kader KB.
“Keberhasilannya seperti tidak nampak seperti distrik-distrik lainnya di Kabupaten Jayapura. Distrik lainnya itu sangat antusias dan bahkan dalam satu tahun mereka minta Pelayanan Mobile KB dapat dilakukan lebih dari satu kali,” akunya.
Dia sampaikan, kalau program KB mengikuti pemerintah daerah maka setiap tahun tidak ada pelayanan ke KB ke distrik dan kampung. Akan tetapi kalau diikuti program pemerintah pusat maka pelayanan KB setiap tahun dapat dilakukan di distrik maupun kampung.
“Setelah dinas ini berdiri sendiri maka mulai tahun ini juga setiap bidang di DP2KB wajib turun kampung dan distrik,” tegasnya.
Alumni Universitas Cenderawasih (Uncen) ini mengharapkan, kepada masyarakat jangan lihat KB dari alat dan obat yang ada.
Namun, lihat KB dari satu komitmen untuk merancang diri sendiri. “Sebab kalau mereka (warga-red) sudah melihat dari alat dan obat maka tidak akan mampu merencang dia punya diri,” tuturnya.
Yuliana menambahkan, bagaimana mau mengatur keluarga kalau tidak mengikuti program KB. “KB itu memiliki manfaat yang luar biasa bagi keluarga. Karena KB berpijak pada delapan fungsi keluarga,” pungkasnya.
Dari pantauan Wone, Pelayanan Mobile KB di Puskesmas Harapan diikuti puluhan wanita dari seluruh kampung di Distrik Sentani Timur.(yek)