BERBAGI

JAYAPURA-Kepala Suku dan Tokoh Adat di Papua meminta pelantikan segera dilakukan untuk pemenang Pemilukada Gubernur Papua tahun 2018 yang oleh KPU Papua dalam pleno rekapitulasi surat suara sudah menetapkan pasangan petahana,  Lukas Enembe dan Klemen Tinal (LUKMEN) sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih periode 2018-2023.

“Kami minta segera dilantik Gubernur Provinsi Papua terpilih yaitu Lukas Enembe dan Wakil Gubernur Klemen Tinal oleh yang mulia Presiden Republik Indonesia, Mendagri, Penjabat Gubernur Provinsi Papua Mayjen TNI Purn. Soedarmo. Seruan ini kami sampaikan mengingat kondisi stabilitas masyarakat adat dan stabilitas keamanan pasca Pemilukada Gubernur maupun Pilbup pada tanggal 27 Juni yang lalu sudah berjalan aman dan damai serta kondusif sampai dengan saat ini,”ujar Ketua Forum Pembaruan Kebangsaan (FKP) Provinsi Papua Alfius Tabuni kepada wartawan, Senin (23/7) sore, bersama Kepala Suku Besar Wilayah Adat Lapago Paus Kogoya, S.IP, Kepala Suku Besar Meepago Nus Gobay SH, tokoh intelektual Saireri Zisko Ayomi, SE, Ketua Adat Pegunugan Tengah Papua, Jhon Wenda.

Senada dengan itu, Kepala Suku Besar Wilayah Adat Lapago, Paus Kogoya, mengatakan kondisi yang kondusif sampai dengan saat ini menandakan proses demokrasi sudah berjalan dengan baik. Untuk itu pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur yang telah dipilih rakyat Papua harus segera dilakukan, karena pihaknya khawatir ada gangguan kemanan yang menyebabkan situasi tidak kondusif di Papua hingga menyebabkan pelantikan gubernur terpilih bisa saja diulur-ulur waktunya.

“Kami para kepala suku dari lima wilayah adat khawatir adanya penyusupan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, menyebabkan situasi yang kondusif menjadi tidak kondusif di tanah Papua yang penuh kedamaian ini. Untuk itu sekali lagi kami minta kepada pihak Jakarta segera melakukan dan menjadwalkan pelantikan putra terbaik anak bangsa Indonesia, Lukas Enembe dan Klemen Tinal,”ujarnya.

Ia pun menyampaikan pernyataan sikap, bahwa apabila seruan kepala suku dari 5 wilayah adat dan FKP Provinsi Papua tidak diperhatikan, maka pihaknya akan menuju ke Istana Negara untuk meminta pelantikan segera dilakukan.

“Kami siap menuju ke ‘Gedung Putih’ Republik Indonesia untuk segera meminta putra terbaik Papua yang sudah dipilih rakyat dalam Pemilukada 27 Juni yang berjalan dalam suasana kondusif ini dapat segera dilantik di Jakarta,”ucapnya.

Ketua FKP Provinsi Papua Alfius Tabuni, dalam kesempatan itu mengatakan bila ada pihak-pihak yang mendaftarkan gugatan di MK terkait Pilgub Papua tahun 2018, agar segera dicabut karena tidak ada artinya. “Kalau itu mau tetap diproses silahkan jalan, tapi pelantikan harus tetap dilaksanakan. Rakyat sudah menyalurkan hak pilih secara mutlak. Kalau ini tidak dilakukan maka kami siap menghadap Presiden RI,”ujarnya.

Penyataan sikap ini disampaikan, lanjutnya, tidak terlepas dari ketulusan hati kepala suku dari 5 wilayah adat yang merupakan bagian dari melindungi, mengayomi dan menyalurkan aspirasi masyarakat adat di tanah Papua.

“Karena rakyat Papua, baik yang di gunung, di pantai, di lembah, rawa, di hutan, semuanya datang sendiri dengan hati yang ikhlas untuk memilih pemimpinnya. Atau one man one vote atau bentuk noken untuk memilih pemimpinnya. Dan masyarakat adat kami telah menentukan pilihan pada Pemilukada Gubernur dan Pilbub dengan memilih pemimpin yang mereka inginkan. Kami tidak mau menodai ketulusan hati mereka dan seluruh hak suara yang memenangkan secara mutlak kepada LUKMEN. Menjadi tugas pokok dan tugas wajib kepala suku 5 wilayah adat dan FPK di tanah Papua,”ujarnya.

Kebenaran yang telah dilakukan diatas tanah leluhur ini tidak boleh dinodai oleh siapapun dan harus dilaksanakan, kata dia. Lanjutnya, sesuai Undang-Undang Otonomi Khusus Provinsi Papua, maka Papua itu unik, khusus dan istimewa.

“Maka kami kepala suku 5 wilayah adat dan FPK Provinsi Papua siap untuk menjaga dan menciptakan stabilitas adat sesuai dengan koridor hukum adat, agama dan pemerintah. Kami memohon kepada Presiden Joko Widodo yang telah banyak melakukan pembangunan infrastruktur jalan, jembatan dan pembangunan lainnya di berbagai pelosok di tanah Papua, untuk segera melantik Lukas Enembe dan Klemen Tinal,”paparnya.

Sehingga, kata Alpius, proses-proses pembangunan dapat terus berjalan di tanah Papua terutama Lukas Enembe dan Klemen Tinal untuk segera bekerja melanjutkan pembangunan yang sudah dilakukan di periode sebelumnya.

Dalam kesempatan itu, pihaknya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pihak penyelenggara Pemilukada Gubernur dan Bupati di Papua yakni, KPU, Bawaslu, Pangdam XVII Cenderawsih, Kapolda Papua, Carateker Gubernur Provinsi Papua, Bupati dan Wali Kota di 29 kabupaten-Kota di Papua, Kepala Distrik, Kepala Kampung, Kepala Suku, tokoh adat, tokoh agama, serta seluruh masyarakat yang telah bekerja keras atas suksesnya penyelenggaraan pesta demokrasi  Pilgub dan Pilbub di Provinsi Papua.(jog/@dv)