BERBAGI

Yumin Wonda: Dikwatirkan  Mengganggu Masa Perbaikan Berkas Bacaleg di KPUD

JAYAPURA—Peristiwa perang suku yang dipicu pergantian Kepala Kampung  mulaidari Distrik Jigonikme hingga  Distrik Molanikime di Kabupaten  Puncak Jaya  sejak Senin (23/7) petang dan berlanjut Selasa (24/7), dikwatirkan ikut mengganggu agenda politik nasional, yakni masa perbaikan  berkas Bacaleg di  KPUD  Puncak Jaya pada tanggal 22-31 Juli 2018.

Kekwatiran ini disampaikan Plt. Ketua DPC Partai Demokrat Puncak Jaya J. Yumin Wonda didampingi    Plt. Sekretaris DPC Partai Demokrat Puncak Jaya Lekas Telenggen, ketika menyampaikan keterangan di  Jayapura, Selasa (24/7).

Yumin mengatakan, apalagi masa perbaikan  berkas Bacaleg di  KPU  Puncak Jaya pada tanggal 22-31 Juli 2018, yang telah dijadwalkan pihak  KPU RI ini  adalah agenda politik nasional  yang tak boleh ditunda lagi.

Dijelaskannya,   dampak dari peristiwa perang suku di Kabupaten  Puncak Jaya   ini  tentu bukan hanya berimbas kepada  pemerintahan masyarakat setempat, tapi    juga ke-16 Parpol yang tengah  melakukan perbaikan berkas Bacaleg, untuk diserahkan kembali ke KPU Puncak Jaya.

“Jika perang suku terus berlanjut, maka pemerintahan terancam lumpuh dan masyarakat  mengalami trauma dan resah, Bahkan  ke-16 Parpol mengalami hambatan besar untuk memperbaiki berkas Bacaleg,  karena  situasi di Puncak Jaya  tak aman dan memanas,” terang Yumin.

Menurut Yumin,  para pengurus Parpol selama ini bolak-balik dari  Puncak Jaya-Nabire dan Jayapura,  untuk mengurus  berkas  Bacaleg, seperti  surat tak pernah terlibat kasus pidana, surat sehat jasmani dan rohani, surat bebas narkoba dan lain-lain. Tapi  mesti  dirugikan akibat   dari peristiwa  tersebut.

Ia menerangkan, peristiwa perang suku di Puncak Jaya, jika tak mampu diselesaikan, maka  akan ikut mempengaruhi  pelaksanaan Pilpres 2019 mendatang.

Yumin  juga menghimbau kepada seluruh masyarakat, yang berdomisili  di Puncak Jaya, untuk menahan  diri dan tak mengumbar isu-isu   yang  justru membuat masyarakat resah.  Tapi hendaknya mengedepankan persaudaraan dan perdamaian.

Oleh karena itu,  DPD Partai Demokrat  Puncak Jaya menghimbau khususnya  kepada  pihak  eksekutif, legislatif setempat, untuk duduk, membahas bersama dan menyikapi masalah ini dengan serius,  agar  peristiwa tersebut  segera berakhirdengan perdamaian.

“Bupati, DPRD, Muspida, aparat  keamanan, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh perempuan, tokoh pemuda dan lain-lain mari kita duduk dan membahas bersama untuk mencari jalan keluar terbaik, terutama pihak-pihak  yang terlibat konflik agar  segera saling berdamai, untuk pembangunan dan masa depan Puncak Jaya, khususnya dan Papua umumnya,” imbuh Yumin.  (mdc/jog/@dv)