BERBAGI
Keterangan pers tim Koalisi Papua Bangkit Jilid II, pengusung pasangan LUKMEN di Pilgub PApua

JAYAPURA – Ketua Koalisi Papua Bangkit Jilid (KPBJ) II pendukung pasangan Petahana Lukas Enembe-Klemen Tinal (LUKMEN), yang juga ketua partai NasDem Papua, Matius Awaitouw, menyesalkan klaim sepihak dari Pimpinan Pusat partai PDIP tentang kemenangan di Pilkada Gubernur Papua.

Matius Awoitauw yang didampingi Sekretaris DPD Demokrat Papua, Carolus Bolly, Sekretaris Tim Kampanye Papua Bangkit, Yulianus Rumbairusi, Ketua PKS Papua Sumanto, dan sejumlah anggota koalisi lainnya, Sabtu (30/06/2018) menyebut, klaim yang dilakukan pihak PDIP bahwa pasangan mereka Jhon Wempi Wetipo- Habel Melkias Suwae menang pilgub Papua adalah sepihak dan menyesatkan.
Apalagi, klaim itu hanya berdasar data proses penghitungan suata yang baru 19 persen di portal resmi KPU.

“Sementara data suara lainnya belum masuk. Didaerah lainnya di Papua, pasangab Petahana Lukas Enembe dan Klemen Tidak rata-rata unggul diatas 80 persen. Itu sesuai data yang dikumpulkan tim koalisi Papua Bangkit Jilid II,” urai Matius Awaitouw.

Matius yang juga bupati Jayapura menambahkan, klaim pengurus inti DPP PDIP itu dianggap menyesatkan dan berpotensi menimbulkan kekacauan di Papua, karena data yang digunakan untuk mengklaim memenangi Pilkada baru belasan persen, bukan keseluruhan hasil penghitungan di 29 kabupaten dan kota oleh KPU Provinsi Papua.

“Ada sejumlah pihak yang mengklaim Pilkada Gubernur sudah dimenangkan, itu pernyataaan menyesatkan dan membuat kebingungan ditengah-tengah masyarakat, yang bisa menimbulkan kekacauan, karena data yang masuk baru belasan persen belum secara keseluruhan dan belum bisa dijadikan acuan untuk menyatakan menjadi pemenang,’” sesalnya.

Jika penghitungan suara sudah mencapai 85 persen, mungkin baru bisa saling klaim sebagai pemenang. ‘Sebaiknya semua pihak menunggu hasil rekapitulasi penghitungan yang dilakukan KPU sebagai penyelenggara, agar klaimnya akurat bukan malah menyesatkan,” sambungnya.

Matius juga meminta masyarakat tak terpengaruh penggiringan opini sepihak yang terjadi itu.

Sementara sekretaris Umum Partai Demokrat Provinsi Papua Carolus Boly ditempat yang sama menyesalkan ada sejumlah TPS di Papua yang tidak memiliki hologram.

“Banyak TPS yang ada hologramnya karena KPU tidak mendistribusikan, semoga KPU memperhatikan hal ini, jangan sampai hal ini kemudian hari malah menjadi masalah,” singkatnya.

Sekretaris Koalisi Parpol pengusung LUKMEN, Kusmanto menambahkan, sebaiknya jangan ada pihak yang mengklaim sebagai pememangan sebelum penghitungan secara keseluruhan oleh KPU.

Terkait perhitungan cepat dalam portal resmi KPU, Ketua tim KPBJ II, Matius Awoitauw mengimbau semua pihak dapat bekerja secara profesional dengan seadil-adilnya agar semua data yang dinaikkan dapat di hitung secara keseluruhan.

“Ini penting karena terkait dengan kepercayaan kepada lembaga penyelenggara,”serunya.

Matius juga menyesalkan, jika melihat form C1 yang masuk dari beberapa kabupaten/kota yang seharusnya sudah masuk, namun belum dimasukkan juga.

“Itu yang kami lihat, sehingga kita berharap harusnya dalam hitungan cepat itu lancar, dan jika memang ada masalah, KPU juga harus mengklarifikasi atau mengumumkan terkait persolaan akses ini. Kami hanya berharap kepada KPU bahwa data itu terus berlangsung dan di jalankan secara profesional karena lembaga ini adalah penyelenggara resmi pemilu,” paparnya.

Klaim Unggul Versi Penghitungan Tim Lukmen

Foto bersama usai Keterangan pers dari tim Koalisi Papua Bangkit Jilid II, pengusung pasangan LUKMEN di Pilgub PApua

Lanjut Matius Awoitauw, berdasarkan hasil hitung cepat versi tim LUKMEN hingga pukul 13.30, jumlah suara LUKMEN sudah masuk sebanyak 736.167 suara.

“Ini belum sampai setengah. Kita optimistis data ini cukup valid  karena tim juga berdasarkan data dari form C1 yang sudah ditanda tangani saksi,”ucapnya.

Jumlah ini telah termasuk dari tiga kabupaten yaitu Mamberamo Tengah, Puncak dan sebagian Jayawijaya (suara diatas 85 persen). Dimana ketiga kabupaten ini kotak suaranya sudah ada di ibukota kabupaten. Namun sebagian besar kabupaten di wilayah pegunungan yang menjadi kantong LUKMEN belum masuk termasuk wilayah Mee Pago seperti Mimika, Paniai dan Dogiyai

“Ini merupakan basisnya LUKMEN, dan kami berharap bisa dimaklumi karena kondisi wilayah dari distrik ke kabupaten memerlukan transportasi, dan semua harus dilayani pesawat, sehingga kita juga masih menunggu,” beber Bupati kabupaten jayapura ini

Sebelumnya di sejumlah media, Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto mengklaim jagoannya yakni pasangan Jhon Wempi Wetipo – Habel Melkias Suwae (Josua) unggul sementara dalam pemilihan Gubernur Wakil Gubernur Papua.

Sekjen DPP Partai Demokrat, Hinca IP Pandjaitan dalam keterangan persnya di Jakarta membantah hal tersebut.

Menurut dia, Hasto terlalu cepat dan tergesa-gesa mengklaim jagoannya menang merujuk data sumir yg dirilisnya berdasarkan hanya 19.9% jumlah TPS yg setara dengan 1000-an TPS dari 9.200 TPS.

“Dari 19,9 % TPS itu baru diunggah 404.269 suara. Sementara data yang real dicatat di pusat tabulasi data Partai Demokrat sudah dihitung 1.110.612 suara yang masuk. Data suara masih terus dihitung dengan sisa suara 2.300.695 yang belum masuk,” jelasnya.

Komisioner KPU Provinsi Papua Tarwinto ditempat terpisah, meminta masyarakat untuk tidak sepenuhnya mempercayai hasil penghitungan sementara dan kemudian dijadikan dasar mengklaim sebagai pemenang Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Papua.

“Hasil penghitungan suara yang real adalah setelah dilakuakn Pleno berjenjang oleh penyelenggara, dan hingga saat ini KPU sebagai penyelenggara belum mengeluarkan hasil secara keseluruhan, oleh karena itu bila ada informasi dari pihak manapun soal hasil penghitungan suara sebaiknya tidak perlu disikapi secara berlebihan,’’kata Tarwinto.

Terkait penghitungan suara sementara yang di rilis di portal resmi KPU, Tarwinto menyatakan, memang itu portal resmi KPU dan terpercaya, namun tidak sepenuhnya juga bisa dapat dipercaya, sebab yang dihasilkan dari hitungan cepat di portal KPU adalah hasil scan C1 dan itu juga baru belasan persen.

Soal adanya klaim sudah memenangkan Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur berdasarkan hasil Portal KPU , Tarwinto mengatakan, hal itu bisa saja terjadi.

“Tapi itu suara kan masih belasan persen, jadi tidak bisa dijadikan sebagai acuan untu menyatakan sebagai pemenangan. Hasil portal resmi KPU kan persentasenya kan masih sedikit, belum sepenuhnya hasil semua TPS. Kemenangan bisa diklaim bila scan cepat sudah 100 persen,’ ’tegasnya.

Pilkada Gubernur Papua diikuti oleh dua pasangan calon yaitu pasangan petahana Lukas Enembe – Klemen Tinal dan pasangan John Wempi Wetipo – Habel Melkias Suwae. (Maka/cel)