BERBAGI
Staf Antropologi Uncen For Wone Rektor Uncen, Apolo Safanpo saat mengunjungi tempat usaha kelompok Subitu yang mendapat dukungan penuh dari BP. LNG Tangguh
Staf Antropologi Uncen For Wone
Rektor Uncen, Apolo Safanpo saat mengunjungi tempat usaha kelompok Subitu yang mendapat dukungan penuh dari BP. LNG Tangguh

JAYAPURA-Universitas Cenderawasih (Uncen) melakukan penilitian terhadap nilai-nilai budaya masyatakat asli Kabupaten Teluk Bintuni guna menjaga kelangsungan nilai-nilai budaya masyarakat adat Kabupaten Teluk Bintuni.
Rumusan hasil penilitian itu dituangkan dalam seminar sosial budaya masyarakat asli Kabupaten Teluk Bintuni atas kerja sama antara Uncen dan BP. LNG Tangguh (Perusahaan Gas milik Inggris yang menanamkan modal di Indonesia), Selasa (26/6).
Rektor Uncen, Dr. Ir. Apolo Safanpo,ST,MT mengatakan kehadirannya bersama Peniliti Antropologi Uncen untuk kegiatan hasil seminar sosial budaya masyarakat asli Kabupaten Bintuni.
“Saya bersama Tim Peneliti Antropologi Uncen hadir di Bintuni dalam rangka seminar hasil penelitian tentang sosial budaya dan Rumah Adat Suku Sumuri, Suku Sebyar dan Suku Irarutu di Kabupaten Teluk Bintuni. Atas kerja sama Universitas Cenderawasih Jayapura dengan BP LNG Tangguh Bintuni,” jelas Rektor Uncen kepada Wone saat dihubungi, Rabu (27/6) pagi.

Rektor Uncen For Wone Rektor Uncen, Apolo Safanpo saat memantau fasilitas kesehatan di Rumah Sakit Bintuni
Rektor Uncen For Wone
Rektor Uncen, Apolo Safanpo saat memantau fasilitas kesehatan di Rumah Sakit Bintuni

Selain seminar, Rektor Uncen menambahkan, pihaknya diajak berkeliling mengunjungi tempat-tempat kerja dan usaha dari BP LNG Tangguh di Kabupaten Teluk Bintuni itu.
“Setelah seminar, kami juga berkesempatan mengunjungi public development yang sudah dilakukan oleh BP LNG Tangguh selama ini, secara khusus pembangunan bidang ekonomi kerakyatan dan pembangunan kesehatan,” terangnya Rektor Uncen muda itu.
Dikatakan, untuk pembangunan ekonomi kerakyatan, pihaknya mengunjungi kelompok usaha dari mama-mama asli Bintuni atau Suku-suku Bintuni Bersatu (Subitu) ang selama ini telah mendapat dukungan penuh dari perusahaan gas asal Inggris tersebut.
“Kami mengunjungi kelompok mama-mama Papua Subitu yang menjalankan usaha menjahit, Subitu Mart, Usaha Pertanian, dan Usaha Produksi Pupuk Kompos di Bintuni,” sebutnya.
Sedangkan untuk fasilitas kesehatan, rombongan Rektor Uncen diajak pihak BP. LNG Tangguh mengelilingi Rumah Sakit Bintuni yang mendapat sokongan bantuan dari perusahaan gas terbesar di Asia Tenggara itu.
“Untuk pembangunan kesehatan, kami mengunjungi beberapa sarana dan prasarana kesehatan serta Rumah Sakit Bintuni,” demikian penjelasan Rektor Uncen kepada Wone.
Perlu diketahui, seminar budaya yang berlangsung dihadiri Rektor Uncen, Dr. Ir. Apolo Safanpo,ST,MT didampingi pejabat Uncen dan para Peniliti Antropologi Uncen.(yek)