BERBAGI
Yudhi/Wone Drs. Isak Sawo,M.Si
Yudhi/Wone
Drs. Isak Sawo,M.Si

JAYAPURA-Alumni Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung di Provinsi Papua begitu banyak dan telah tersebar di berbagai instansi pemerintah maupun swasta.
Dan secara tidak langsung alumni STKS Bandung ikut berperan dalam pembangunan di Provinsi Papua melalui Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL).
Ketua Alumni STKS Bandung, Drs. Isak Sawo,M.Si mengatakan IPWL telah bekerja sama dengan kepolisian, Badan Narkotika Nasional (BNN) dan pengadilan.
“Tugas IPWL ini untuk melindungi mereka-mereka yang berhadapan dengan hukum. Serta yang terlibat dengan masalah-masalah narkotik,” jelas Ketua Alumni STKS Bandung yang juga Kepala BBPPKS Regional VI Jayapura, Selasa (26/6).
Dijelaskan, IPWL merupakan organisasi yang dibentuk Kementerian Sosial RI dan pengelolanya adalah alumni STKS Bandung.
“Kasus narkotik di perbatasan (RI-PNG-red) di mana satu kampung terkena narkoba semua. Dan rekan-rekan dari IPWL yang dapat masuk ke sana barulah di ikuti pihak kepolisian. Jadi teman-teman polisi sangat berterima kasih kepada IPWL,” tuturnya.
Masalahnya, kata Isak, di tengah masyarakat dibuat semacam pertahanan sehingga untuk membongkar peredaran narkoba agak susah.
“Nah, dengan ilmu sosial yang dimiliki, teman-teman dapat dengan mudah masuk dan mengajak masyarakat untuk kembali ke jalan yang benar dengan berbagai macam motode yang diberikan,” paparnya.
Disinggung mengenai IPWL dan BNN, menurut Isak, kedua lembaga ini sama-sama menangani masalah narkoba. Akan tetapi, BNN menangani masalah hukum lebih banyak bekerja dengan pihak kesehatan.
“Sementara untuk IPWL lebih kepada penanganan mental atau perilaku yang dirubah serta dibuat kembali hingga normal,” jelasnya.
Diakui olehnya, sebenarnya persoalan-persoalan semacam ini berada di Dinas Sosial Provinsi, Kabupaten/Kota, akan tetapi tugas dan tupoksi itu tidak dijalankan karena kurangnya dukungan yang diberikan.
“Dengan dibentuk IPWL mendapat dukungan langsung Kementerian Sosial. Tugasnya juga bukan hanya mencegah narkotik tetapi juga melindungi keluarga,” paparnya.
Sekadara diketahui, IPWL merupakan pusat kesehatan masyarakat, rumah sakit serta lembaga rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial yang ditunjuk oleh pemerintah dalam hal ini Kementerian Sosial RI.(yek)