BERBAGI

KEEROM–Tepat pukul 08.00 WIT dan merupakan hari kerja pertama sejak libur panjang Hari Raya Idul Fitri 1439 H di Pemerintahan Kabupaten Keerom, Bupati MUH Markum langsung melakukan Inpeksi Mendadak (SIDAK) ke OPD- OPD. Ini dilakukan untuk melihat secara langsung tingkat kehadiran para aparatur sipil negara (ASN).

Dari Sidak yang dilakukan pada, Kamis (21/6),  beberapa Kantor OPD sebagian besar masih dalam terkunci, masih sepi dan hanya ditemui beberapa ASN saja dan tenaga kontrak yang sedang membersihkan ruangan.

Sidak yang pertama dilakukan Bupati Keerom MUH Markum yaitu Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab Keerom, dimana Kantor masih dalam keadaan terkunci rapat dan belum ada pegawai. Setelah itu dilanjukkan Sidak ke Kantor Otonom, Bupati juga menemukan Kantor yang masih terkunci seperti Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kantor Dinas Perhubungan, Dinas Perumahan.

Sedangkan Dinas Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu Kabupaten Keerom telah terbuka, hanya saja baru satu orang pengawai yang hadir. Yang lainnya belum datang. Setelah melihat kehadiran pengawai ASN pada hari pertama kerja di Kantor Otonom, Bupati Markum kembali melanjukkan Sidak ke Kantor Dinas Pariwisata Kabupaten Keerom, saat tiba di Kantor Dispar hanya dua pegawai yang berada ditempat.

Lalu Bupati melanjukkan Sidak ke Dinas Pemuda Olahraga Kabupaten Keerom, saat tiba Bupati Keerom disambut oleh Kepala Dinas Pemuda Olahraga Sukadi, Sekertaris Dinas serta Staf lainnya.

Selanjutnya, Bupati Keerom juga melihat Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Keerom, tetapi Kepala Badan beserta staf telah ada ditempat.

Bupati Keerom MUH Markum, sangat menyayangkan masih banyak pengawai ASN di Keerom yang belum masuk kantor setelah libur, padahal waktu libur yang diberikan sangat panjang. “Saya sangat heran, apakah lupa atau sengaja diperpanjang sendiri. Libur yang diberikan sangat banyak, hampir dua minggu, tetapi masih memperpanjang lagi. Ini menjadi perhatian kami dan pastinya akan diberikan sangsi terhadap pengawai yang tidak masuk kantor dan akan dilakukan pendataan,”ujar Markum kepada wartawan.(rhy/jog)