BERBAGI

JAYAPURA – Kepolisian Daerah Papua mencatat kasus kejahatan konvensional mengalami penurunan selama pelaksanaan Operasi Ketupat Matoa 2018 yang digelar selama 12 hari sejak 7 Juni  lalu.

Fakta ini sebagaimana hasil evaluasi Biro Operasional Polda Papua pada Operasi Ketupat Matoa 2018, yang mencatat 187 kasus kejahatan konvensional telah masuk sejak 7 Juni hingga 19 Juni lalu. Sementara pada tahun sebelumnya, Polda Papua menangani 212 kasus kejahatan konvensional.

“Trend gangguan kamtibmas dalam Operasi Ketupat Matoa 2018 mengalami penurunan 13 persen. Ini kabar baik,” ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua, Komisaris Besar Polisi Ahmad Mustofa Kamal, Jumat (22/6).

Menurut Kamal, kejahatan kovensional pada 2018 didominasi oleh kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang mencapai 46 kasus diikuti kasus pencurian dengan kekerasan sebanyak 43 kasus dan penganiayaan berat mencapai 34 kasus.

“Untuk kejahatan konvensional tertinggi terjadi di Kota Jayapura yang mencapai 108 kasus diikuti Kabupaten Jayapura yang mencapai 27 kasus. Sementara untuk kabupaten yang paling terendah untuk tingkat kejahatan yaitu Kabupaten Yahukimo  hanya 1 kasus,” beber Kamal.

Selama Operasi Ketupat, mantan Wakapolresta Depok ini mengatakan, langkah penyuluhan atau preemtif lebih diutamakan dengan  pemasangan spanduk dan mendatangi beberapa sekolah dan komunitas masyarakat.

Selain itu, lanjut Kamal, langkah pencegahan atau preventif juga dilakukan oleh personel dengan melakukan patroli, pengaturan lalu lintas yang dianggap rawan kemacetan. “Semua telah kami laksanakan demi terciptakan keamanan dan kenyamanan masyarakat di Papua,” tuturnya. (ful/jog)