BERBAGI

JAYAPURA – Komando Daerah Militer XVII/Cenderawasih mensiagakan pasukan di empat kabupaten yang dinilai rawan teror kelompok separatis bersenjata pada saat pelaksanaan Pilkada serentak 27 Juni mendatang.

Keempat wilayah tersebut yakni Kabupaten Puncak, Puncak Jaya, Lanny Jaya dan Mimika. Adapun Puncak Jaya dan Lanny Jaya menyelenggarakan pemilihan gubernur dan wakil gubernur Papua.

Sementara Puncak dan Mimika tak hanya menyelenggarakan Pilgub namun juga pemilihan bupati dan wakil bupati. Hal ini diungkapkan Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi kepada wartawan,  Jumat (22/6).

Mantan Komandan Kodim 1702 Jayawijaya ini menyebutkan bahwa pihaknya telah menginstruksikan anggota Komando Distrik Militer di empat kabupaten ini agar bersiaga menghadapi aksi teror kelompok separatis, sehingga tercipta Pilkada yang aman.

Menurut Aidi, TNI tetap mengutamakan cara persuasif untuk menghadapi kelompok tersebut.  Hal ini bertujuan agar anggota dalam kelompok tersebut bisa sadar dan kembali ke pangkuan NKRI.

“Apabila kami menggunakan upaya penegakan hukum maka mereka akan mengeluh kepada pihak Komnas HAM .  Karena itu,  mereka adalah saudara kami jadi upaya persuasif lebih Diprioritaskan, ”  tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua Komisaris Besar Polisi Ahmad Mustofa Kamal menuturkan, Polda Papua telah menyiapkan ribuan personil untuk mengamankan pelaksanaan tahapan Pilkada di Papua.

Ribuan personil, lanjut Kamal, akan disebar di wilayah yang melaksanakan Pilkada serentak 27 Juni mendatang. “Ada dua daerah yang menjadi atensi pimpinan, dikarenakan rawan terjadi konflik Pilkada, keduanya yakni Paniai dan Puncak,” kata mantan Wakapolresta Depok ini.

Sebelumnya anggota kelompok separatis bersenjata pimpinan Lekagak Telenggen menyerang tim patroli TNI di Kampung Tirineri,  Distrik Yambi,  Kabupaten Puncak Jaya,  pada 16 Juni 2018 lalu. Seorang anggota yakni Prajurit Satu Ernaldo terkena tembakan di lengan bagian kiri. (ful/jog)