BERBAGI

JAYAPURA – Aksi unjukrasa seratusan guru honor di Kantor Dinas Pendidikan Dasar dan Menengah Kabupaten Mimika, Jumat (22/6) siang,  berujung anarkis. Ratusan guru yang menuntut pembayaran honor insentif merusak fasilitas Kantor Dinas Pendidikan Timika.

Berdasarkan data Humas Polda Papua, aksi pengrusakan itu menyebabkan 20 jendela kaca pecah, 1 dispenser rusak, 24 pintu kaca pecah, 1 unit komputer rusak, 10 lemari arsip hancur, 20 meja rusak dan 2 kursi sofa rusak.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua Komisaris Besar Polisi Ahmad Mustofa Kamal saat dikonfirmasi, Jumat (22/6) membenarkan aksi pengrusakan tersebut. Sepuluh guru honor yang diduga sebagai pelaku pengrusakan diamankan aparat Polres Mimika.

Satu dari sepuluh guru yang diamankan merupakan wanita. Mereka yakni, GT (42 tahun ), AB (29 tahun),  ER (29 tahun) TY (29 tahun), FS (32 tahun), MW (29 tahun) wanita,  IR (33 tahun), KO (29 tahun), YN (42 tahun) dan YP (43 tahun).

“10  guru ini masih menjalani pemeriksaan seputar pengrusakan Kantor Pendidikan di Timika,” kata Kamal.

Kamal menuturkan, aksi pengrusakan ini berawal dari pertemuan Wakapolres Mimika Kompol Arnolis Korowa dengan perwakilan pengunjukrasa terkait tuntutan pembayaran honor insentif selama 6 bulan terakhir.

Dalam pertemuan itu, lanjut Kamal, pengunjukrasa menagih janji pemerintah yang akan membayar honor insentif guru sejak Januari hingga Juni 2018. Namun, pengunjukrasa merasa dibohongi hingga melakukan aksi pengrusakan fasilitas kantor.

“Wakapolres sudah menyampaikan dan meminta kepada para guru agar bersabar, karena tuntutan tengah diproses. Wakapolres juga menyampaikan permohonan maaf, karena Kapolres tidak bisa menemui pengunjukrasa karena sakit,” jelasnya.

Kamal menambahkan, pihak kepolisian setempat telah menempatkan satu peleton anggota Satgas Brimob untuk melakukan pengamanan di Kantor Dinas Pendidikan Dasar dan Menengah Kabupaten Mimika. “Anggota masih berkoordinasi dengan pihak pemerintah terkait persoalan ini. Sementara tindak pengrusakan masih dalam proses,” tambahnya. (ful/jog)