BERBAGI

JAYAPURA– Kepolisian Daerah Papua mendapat bantuan 300 personil Brimob Resimen II Pasukan Pelopor dari Kelapa Dua Mabes Polri untuk memperkuat pengamanan Pilkada serentak di wilayah Pegunungan Tengah Papua.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua Komisaris Besar Polisi Ahmad Mustofa Kamal saat dikonfirmasi, Kamis (21/6) mengatakan, ratusan personil Brimob ini telah tiba di Jayapura sejak pagi tadi.

“300 anggota Brimob ini akan melaksanakan tugas Bantuan Kendali Operasi (BKO) di wilayah Papua. Mereka akan membantu pengamanan Pilkada di 7 Kabupaten dan Pemilihan Gubernur Papua,” terang Kamal.

Ratusan anggota brimob ini, lanjut Kamal, akan diprioritaskan untuk melakukan pengamanan di titik-titik rawan, khususnya di wilayah Pegunungan Tengah Papua, mulai dari tahapan pemungutan suara, rekapitulasi hingga penetapan.

Selain dapat bantuan 300 Brimob BKO dari Mabes Polri, sambungnya, Polda Papua juga mendapat perkuatan bantuan 360 anggota Shabara Polda Papua Barat. Ratusan anggota Polda Papua Barat ini dijadwalkan akan tiba di Jayapura pada Jumat (22/6).

“Ratusan anggota ini akan bergabung dengan personil TNI/Polri lainnya yang sudah ad adi wilayah masing masing untuk sama samam memberikan rasa aman dan nyaman sehingga pemungutan suara 27 juni nanti bisa berjalan lancar dan aman,” katanya.

Rencananya, Kamal menambahkan, seluruh anggota BKO ini sudah berada di wilayah tugas paling lambat tanggal 24 Juni mendatang. Ratusan personil BKO ini akan berangkat bersama dengan Pamatwil Polda Papua.

“Pamatwil  juga akan diberangkatkan secara bertahap ke 7 Kabupaten yang melaksanakan Pikada hingga ke seluruh wilayah untuk mengawal dan memberi penguatan kepada para Kapolres serta anggota yang melaksanakan tugas pengamanan Pilkada,” tuturnya.

Mantan Wakapolresta Depok ini menambahkan, jumlah personil yang akan melakukan pengamanan di TPS akan disesuaikan dengan tingkat kerawanan di suatu daerah.  Misalnya, ia mencontohkan, wilayah yang memiliki kerawanan tinggi tidak menutup kemungkinan akan dikawal satu regu hingga satu pleton anggota kepolisian.

“Nanti akan disesuaikan tingkat kerawanan, namun yang jelas personil dalam bertugas tidak sendirian. Sebaliknya daerah yang memiliki kerawanan tinggi tidak menutup kemungkinan dikawal oleh satu regu hingga satu pleton anggota kepolisian,” tambahnya. (ful/jog)