BERBAGI
DOK HUMAS POLDA PAPUA FOR WONE  Suasana di lokasi kecelakaan lalu lintas di wilayah Perbatasan RI-PNG, Kota Jayapura.
DOK HUMAS POLDA PAPUA FOR WONE
Suasana di lokasi kecelakaan lalu lintas di wilayah Perbatasan RI-PNG, Kota Jayapura.

JAYAPURA–Direktorat Lalu Lintas Polda Papua mencatat kasus kecelakaan lalu lintas mengalami peningkatan sepanjang Operasi Ketupat Matoa 2018 yang digelar selama 12 hari, sejak 7 Juni lalu. Tercatat 24 kasus kecelakaan terjadi selama kurun waktu tersebut.

Hal ini diungkapkan Direktur Lalu Lintas Polda Papua, Komisaris Besar Polisi Ritonga melalui Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua, Komisaris Besar Polisi Ahmad Mustofa Kamal kepada wartawan, Kamis (21/6).

Menurut Kamal, angka kecelakaan pada Operasi Ketupat Matoa 2018 meningkat 26 persen dibandingkan pada pelaksanaan Operasi Ketupat pada 2017 lalu. “Tahun lalu  hanya 19 kasus, artinya naik 5 kasus,” paparnya.

Dari 24 kasus kecelakaan, Kamal menyebutkan, 10 orang dinyatakan meninggal dunia. “Kalau dari presentase, angka kematian menurun 9 persen ketimbang tahun 2017 lalu dengan total 11 korban meninggal dunia,” ujarnya.

Sementara untuk korban luka berat sendiri, menurut Kamal, mengalami penurunan 36 persen. Demikian pula korban luka ringan akibat kecelakaan lalu lintas juga menurun 10 persen. “Luka berat pada 2018 sebanyak 19 orang dan luka ringan 18 orang, sedangkan pada 2017 luka berat mencapai 14 orang dan luka ringan 20 orang,” sambung Kamal.

Kamal menuturkan, rangking tertinggi kasus kecelakaan lalu lintas terbanyak sepanjang Operasi Ketupat Matoa, terjadi di Kota Jayapura dengan total 12 kasus. Sementara angka terendah terjadi di Kabupaten Biak Numfor dengan 1 kasus kecelakaan.

“Kalau kerugiaan materil yang disebabkan dari kecelakaan pada tahun 2018 sebesar Rp 47,7 juta, sedangkan tahun 2017 sebesar Rp 274 juta atau turun 83 persen,” kata mantan Wakapolresta Depok ini.(ful)