BERBAGI

JAYAPURA-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Papua dan Papua Barat secara resmi telah merilis penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dalam penyalurannya dilakukan oleh para pihak perbankan. Dimana hingga Juni ini, penyaluran KUR itu telah mencapai Rp360 miliar yang terbagi atas 9.687 debitur tersebar di Papua dan Papua Barat.

“Angka penyaluran ini merupakan angka yang telah di daftarkan oleh pihak perbankan ke dalam Satuan Kerja Perkreditan (SKP) di Dirjen Perbendaharaan Negara. Artinya tidak menutup kemungkinan angka itu juga telah melebihi angka yang ada di lapangan, tetapi pihak perbankan belum melaporkannya secara langsung kepada SKP untuk mendapatkan subsidi dari pemerintah,” ujar Kepala OJK Papua dan Papua Barat, Misran Pasaribu kepada para awak media di Jayapura belum lama ini.

Misran mengakui bahwa angka penyaluran KUR yang telah mencapai Rp360 miliar yang kemudian di rilis itu, merupakan data resmi dari Dirjen Perbandaharaan Negara. Dan tidak menutup kemungkinan hingga saat ini penyaluran KUR itu telah mencapi 50 persen dari target yang sebesar Rp1,1 trliun selama satu tahun ini yang tersebar di Papua dan Papua Barat.

“Jadi ada rentan waktu antara penginputan data oleh perbankan ke SKP dengan hasil realisasi penyaluran KUR itu sendiri. Dan biasanya hal itu secara keseluruhan akan terlihat di akhir tahun, karena pihak perbankan juga akan melakukan penagihan subsidi bunga atas KUR itu sendiri kepada Negara, dan untuk mendapatkan hal itu, mereka harus terlebih dahulu melaporkannya ke SKP,” jelas Misran.

Lanjut Misran, jika berbicara secara umum atau di luar daripada data yang ada itu, memang dalam kenyataannya KUR itu belum sepenuhnya dikenal banyak oleh masyarakat. Artinya sosialisasi atas KUR itu sendiri hingga saat ini belum terlalu masif.

“Hingga saat ini, masih banyak kabupaten di Papua ini, yang belum mengetahui akan adanya KUR dan manfaat KUR itu sendiri seperti apa. Dan secara terus menerus kami juga akan melakukan sosialisasi terhadap KUR itu sendiri, tidak saja kepada para pedagang (pengusaha kecil), tetapi juga kepada para Petani. Dengan harapan mereka juga lebih mengenal manfaat dan kegunaan akan KUR itu sendiri,” ungkapnya.

Misran juga mengklaim, pihaknya juga telah meminta kepada semua perbankan yang beroperasi di Papua dan Papua Barat ini, untuk terus mensosialisasikan manfaat dan kegunaan KUR itu sendiri.

“Setidaknya, para nasabah yang sebelumnya telah menggunakan atau mendapatkan dana KUR itu, bisa memberitahukan kepada mereka yang belum pernah mendapatkannya. Karena KUR ini juga sebenarnya ditujukan kepada mereka pengusaha UMKM yang sebelumnya belum pernah mendapatkan kredit dari perbankan,” pungkasnya. (sun/jog)