BERBAGI

WAMENA–Solidaritas Peduli Demokrasi Jayawijaya menggelar seminar sehari dengan tema Independensi dalam Berdemokrasi Mewujudkan Perdamaian untuk Pembangunan dan Penyelamatan Manusia Papua: Lalu, Kini dan Akan Datang di Gedung Ukumearek, Wamena, Jayawijaya, Rabu (20/6) kemarin.

Ketua Panitia Seminar, Meki Wetipo mengungkapkan, seminar ini menyikapi situasi Pilkada yang terjadi di Papua. Diharapkan hasil rekomendasi dari seminar ini menjadi masukan untuk Pemerintah Provinsi Papua, kepolisian dan penyelenggara Pemilu di Papua.

“Kami berharap jelang Pilkada tidak boleh ada pertumpahan darah karena itu bisa menimbulkan rasa takut, trauma dan bisa menjerumus ke pelaksanaan Pilkada nanti,” tegas Wetipo dalam laporan singkatanya dihadapan peserta seminar.

Menurutnya, pelaksanaan demokrasi di Papua harus berjalan baik tanpa dicederai oleh kepentingan-kepentingan kelompok atau pribadi. Dia juga menggaris bawahi independensi aparatur sipil negara maupun aparat keamanan.

“Aparatur harus independen, tidak boleh memaksa orang lain untuk mengikuti keinginannya. Hal ini tidak boleh terjadi, biarkan masyarakat memilih pemimpin mereka,” tegasnya.

Dia menambahkan, dalam seminar ini menghadirkan narasumber yang berkompeten, baik pihak kepolisian, penyelenggara, tokoh pemuda, tokoh perempuan, adat dan intelektual di Jayawijaya.

Sementara itu, Pjs. Bupati Jayawijaya, Doren Wakerkwa, SH mengapresiasi kaum intelektual yang menggelar seminar tersebut karena peduli dengan situasi demokrasi dan politik yang terjadi di Papua.

“Jadi untuk bangun Papua itu harus ada sinergitas dari semua pihak termasuk kaum intelektual. Hal-hal baik harus didukung. Saya beri apresiasi kepada pemuda yang melihat perkembangan politik ini,” katanya.

Kata Doren, banyak kasus yang terjadi di Wamena dan harus ada yang berperan untuk hal-hal ini. Oleh karena itu, generasi muda mempunyai andil yang sangat besar untuk mengamankan situasi demokrasi dan persoalan yang terjadi di Wamena.

“Mari kita ciptakan situasi yang aman dan kondusif, tidak boleh ada masalah. Semua harus bersatu rapatkan barisan iktu sistem demokrasi yang sedang terjadi,” ujarnya.

Ia mengatakan, situasi yang terjadi di Wamena saat ini menjadi refleksi sehingg ditahun-tahun yang akan datang bisa terjadi perubahan. “Semoga ini jadi harapa yang bisa terjadi dimasa yang akan datang,” pungkasnya.(lay)