BERBAGI

JAYAPURA-PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) wilayah Papua dan Papua Barat yang terdiri dari 13 Kantor Cabang Pembantu (KCP) dan 86 Kantor Unit hingga periode ini telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp530 miliar yang di dominasi oleh KUR Mikro.

Wakil Pimpinan BRI wilayah Jayapura, Suwarya mengatakan, dalam penyaluran KUR itu pihaknya telah menetapkan bahwa untuk KUR kecil akan disalurkan melalui KCP, sedangkan untuk KUR mikro melalui kantor unit. Dimana selama 2018 ini, pihaknya telah menargetkan penyaluran KUR kecil itu sebesar Rp359,596 miliar, sedangkan untuk KUR mikro sebesar Rp787,213 miliar atau dengan total target sebesar Rp1.146 triliun.

“Hingga posisi Mei lalu, KUR kecil itu, kita telah menyalurkannya sebesar Rp152,80 miliar atau 42,29 persen. Sedangkan untuk KUR mikro, kita sudah menyalurkan Rp377,598 miliar atau 47,97 persen. Maka secara total kita telah menyalurkan KUR itu sebesar 46,19 persen,” ujar Suwarya kepada para awak media belum lama ini di Jayapura.

Dikatakan Suwarya, dari total penyaluran KUR tersebut, jumlah debitur (nasabah) yang telah terserap ada sebanyak 17.810 debitur, yang terbagi atas 644 debitur untuk KUR kecil dan 17.166 debitur untuk KUR mikro.

“Sesuai dengan keinginan dari Pemerintah juga, bahwa dalam penyaluran KUR ini, kita juga akan lebih memprioritas kepada mereka yang belum pernah menerima atau memanfaatkan KUR ini (debitur baru), tentunya kami juga tidak akan meninggalkan debitur-debitur lama kami,” ungkap Suwarya.

Suwarya pun mengklaim bahwa pencapaian penyaluran KUR itu telah sesuai dengan target yang telah ditetapkan sebelumnya, karena telah mencapai angka 46 persen. Pihaknya pun optimis hingga pertengahan tahun ini, angka itu akan bisa mencapai hingga 50 persen lebih.

“Jadi walaupun ada libur panjang, dalam proses menyalurkan KUR ini kita tidak akan ada yang namanya libur, karena kita dalam melakukan prosesnya telah menggunakan system aplikasi yang tersedia di dalam Handphone (Hp). Jadi selama libur, kita akan  tetap memproses kredit itu, walaupun memang dalam pencairannya nanti akan dilakukan setelah hari kerja,” jelas Suwarya.

Ditambahkannya, pemerintah juga telah membuat suatu kebijakan bahwa dalam penyaluran KUR itu, khususnya bagi para Petani agar pembayarannya juga bisa dilakukan setelah masa panen. Hal itu juga telah dijalankan oleh pihaknya di seluruh wilayah kerja BRI yang ada di Papua dan Papua Barat.

“Kita telah melakukan sosialisasi kepada para Petani bersama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bahwa pembayaran KUR itu bisa dilakukan setiap bulan (pokok dan bunga). Artinya pembayarannya bisa dilakukan pada saat masa panen, dan saat ini hal itu, kita telah lakukan di Merauke terhadap para Petani Padi dan tidak menutup kemungkinan terhadap seluruh usaha musiman lainnya,” pungkasnya. (sun/jog)