BERBAGI

JAYAPURA–Guna mendukung landasan kerjasama yang sebelumnya telah terjalin  dengan Bank Papua dalam hal pelaksanaan Pilot Project Bank Indonesia (BI) jangkau  ke distrik-distrik, tahun ini kembali dilakukan kerja sama yang khusus dilaksanakan di Kabupaten Mappi untuk empat distrik yaitu Distrik Assue, Haju, Nambuiman Bapai, dan Distrik Obaa.

Dengan adanya kerjasama yang telah dilakukan bersama itu, diharapkan dalam hal melakukan pilot project BI Jangkau melalui optimalisasi layanan Kas BI, maka distribusi uang, edukasi dan sosialisasi serta kegiatan lain yang terkait antar para pihak, serta ruang lingkup dan penukaran Uang Tidak Layak Edar (UTLE) dengan Uang Hasil Cetak Sempurna (HCS) dan atau distribusi uang rupiah oleh BI sampai hingga ke tingkat kecamatan/desa.

Kepala perwakilan BI Provinsi Papua, Joko Supratikto mengatakan, melalui edukasi dan sosiliasai UTLE dalam jenis pecahan yang sama atau jenis pecahan lainnya itu dengan mengutamakan Uang Rupiah Pecahan Kecil (UPK) Kantor Bank Papua yang sudah terjalin sebelumnya.

“Kerjasama ini merupakan kerjasama yang kedua dengan Bank Papua, dimana sebelumnya BI juga telah melakukan hal yang sama di Agustus 2017 yang lalu melalui Kantor Bank Papua cabang Merauke, maka pusat pelaksanaan kegiatan Bl Jangkau di tahun lalu sudah ada Kabupaten Boven Digoel tepatnya di tiga distrik, yaitu Distrik Mandobo, Mindiptana dan Jair,” ujar Joko di Jayapura belum  lama ini.

Dijelaskan Joko, adapun jenis kerjasama ini nantinya adalah, BI akan mengantarkan uang layak edar dan pecahan kecil tersebut hingga ke Kabupaten Mappi melalui Bank Papua. Dan untuk distribusi uang itu, nantinya akan menggunakan bisnis normalnya Bank Papua, hanya saja nantinya hal itu akan disertai dengan kegiatan kas keliling sehingga UTLE yang beredar di masyarakat itu juga bisa sekaligus dilakukan penarikan.

“Tahun lalu, UTLE itu kita telah lakukan penarikan di Kabupaten Boven Digoel sebesar Rp1 miliar. Dan khusus di Kabupaten Mappi ini, kami menargetkan bisa melebihi angka itu, sehingga masyarakat di daerah itu juga bisa merasakan uang yang bersih dan layak edar, karena memang kebanyakan saat ini, peredaran uang di daerah-daerah itu masih banyak yang lusuh,” ungkap Joko.

Dengan adanya kerjasama tersebut, diharapkan juga hal itu tidak hanya sampai pada pilot project saja akan tetapi nantinya setelah dilakukan evaluasi kembali, hal itu sudah menjadi suatu kegiatan yang sifatnya rutin dan normal sehingga modalnya juga sama dengan yang ada di pilot project tersebut. (sun/jog)