BERBAGI
Foto Bersama Jajaran Pengurus Partai Demokrat Papua bersama Ketua Umum Lukas Enembe usai Rakerda di Hotel Aston

JAYAPURA  : Rapat Kerja  Daerah (Rakerda) I Partai Demokrat Provinsi Papua yang digelar di Aston Hotel Jayapura, Senin (11/06/2018) menghasilkan sejumlah rekomendasi.

Sekretaris Umum Partai Demokrat Carolus Bolly, SE.MM pada malam penutupan Rakerda membacakan sekurang-kurangnya 10 rekomendasi yang dihasilkan oleh para peserta terdiri dari pengurus DPD Partai Demokrat Provisni Papua dan DPC seluruh kabupaten/kota.

Pertama, Partai Demokrat Provinsi Papua akan terus memastikan keberlangsungan proses Pelaksanaan Pembangunan yang berkelanjutan dengan visi yang diemban Papua Bangkit, Mandiri, dan Sejahtera yang berkeadilan, dapat berjalan dengan lancar, terarah dan terkendali demi kemajuan dan kesejahteraan seluruh rakyat Papua.

Kedua, Partai Demokrat Provinsi Papua akan terus berjuang dan bergandengantangan bersama seluruh stack holder yang ada terutama Pemerintah Provinsi Papua, Pemerintah Kabupaten/Kota, DPR Papua, MRP, DPRD Kabupaten/Kota untuk terus berupaya memacu peningkatan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi, dengan mengedepankan pemberdayaan masyarakat asli papua pada sektor-sektor ekonomi real yang digerakkan oleh unsure pemuda, perempuan, dan gereja serta seluruh penduduk nusantara yang berada di Provinsi Papua.

Ketiga, Partai Demokrat Provinsi Papua mengajak seluruh masyarakat Papua untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan menjaga keamanan, ketertiban, dan ketentraman di seluruh Wilayah Papua terhadap aksi-aksi Radikalisme, Fanatisme berlebihan dan Terorisme yang belakangan ini kembali mengancam dan telah terjadi di Wilayah lain NKRI.

Sekretaris Umum Partai Demokrat Papua, Carolus Bolly saat membaca Rekomendasi hasil Rakerda Partai di Hotel Aston

Keempat, dalam menghadapi Pesta Demokrasi, Pilkada Gubernur Papua dan Pilkada Bupati 7 Kabupaten se-Papua Pada 27 Juni 2018 yang akan datang, Partai Demokrat Provinsi Papua mengajak seluruh lapisan masyarakat Papua yang telah mempunyai hak pilih untuk datang ke TPS nya masing-masing untuk dan menggunakan hak pilihnya sesuai hati nuraninya masing-masing dan menentukan Pilihannya yang tepat dalam memilih Pemimpin-pemimpin yang benar-benar dan bersungguh-sungguh mempunyai hasrat yang tulus untuk membangun Papua  dan kabupatennya masing-masing menjadi lebih baik di kemudian hari.

Kelima, Partai Demokrat Provinsi Papua telah berketetapan hati dan terus berjuang keras untuk memenangkan Pasangan Cagub-Cawagub Provinsi Papua yang telah diusung yaitu: Bapak Lukas Enembe, SIP. MH dan Klemen Tinal, SE. MM agar dapat terpilih kembali sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Jilid 2 Periode 2018-2023, karena pasangan Calon ini telah TERUJI dan TERBUKTI secara nyata mampu melaksanakan Proses Pembangunan dalam segala aspeknya di Provinsi Papua dalam keadaan Damai, Amandan Tentram.

Keenam, Partai Demokrat Provinsi Papua dalam Rakerda ini juga telah dan akan terus memastikan Proses konsolidasi Internal Partai dengan merapikan Struktur Organisasi Partai Demokrat mulai dari Tingkat Provinsi, Kabupaten/Kota sampaike Tingkat Distrik, Desa, dan Kelurahan, agar agenda-agenda Partai Demokrat sebagai Partai Politik terdepan di Provinsi Papua dapat berjalan lancer dan menjamin kesiapan Partai Demokrat untuk menyongsong Pelaksanaan Musyawarah Cabang Serentak se-Provinsi Papua, serta Pemilu Legislatif dan Pemilihan Presiden Tahun 2019 yang akandatang.

Ketujuh, dalam proses Pendaftaran Caleg DPRD Kabupaten/Kota, Provinsi dan Pusat yang saat ini terjadi berlangsung pada Partai Demokrat maka khususnya bagi Partai Demokrat Provinsi Papua, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Papua, bahwa kali ini, proses rekrutmen Caleg akan diutamakan bagi kader-kader Partai Demokrat yang saatini duduk dalam Jajaran Pengurus Partai Demokrat baik di Tingkat Provinsi, Kabupaten/Kota maupun Distrik, dengan tetap memperhatikan persyaratan mutlak yang sesuai dengan ketentuan Perundang-undangan yang berlakudan PKPU, serta memastikan adanya keterwakilan 30 % Perempuan.

Kedelapan, terhadap Proses rekrutmen Bakal Caleg DPR RI dari Partai Demokrat Provinsi Papua, Rakerda telah memutuskan dan menetapkan kader-kader terbaiknya yang akan diusung dan diperjuangkan bersama-sama oleh seluruh Keluarga Besar Partai Demokrat Provinsi Papua pada Pemilu Legislatif 2019 yang akan datang, yaitu1. Willem Wandik, Liber Kristo Ibo, SH, MH, Mohammad Rivai Darus SH, Carolus Kia Kelen Bolli, SE, MM.

Kesembilan, nama-nama Bakal Caleg DPR RI tersebut diminta untuk diteruskan usulannya oleh Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Papua kepada Majelis Tinggi Partai dan Ketua Umum DPP Partai Demokrat agar dapat ditetapkan sebagai Caleg DPR RI Partai Demokrat Dapil Papua.

Kesepuluh, terhadap para Bakal Caleg Partai Demokrat Lintas Tingkatan, baikdari Pengurus DPD Partai Demokrat Provinsi Papua yang akanmenjadiBacaleg di Tingkat Kabupaten/Kota atas sebaliknya, diminta kepada Ketua-ketua DPC PartaiDemokrat agar dapat menerima prose s pendafarannya dengan tetap memperhatikan peta-peta kekuatan Suara yang dimiliki oleh Bacaleg-bacaleg yang bersangkutan. Hal ini juga berlaku bagi Bacaleg-bacaleg yang berasal dari Pengurus-pengurus DPC Partai Demokrat Kabupaten/Kota se-Papua yang akan mencalonkan diri ke Tingkat Provinsi.

“Akhirnya, Keluarga Besar Partai Demokrat Provinsi Papua mengucapkan Selamat menyongsong Hari Raya IdulFitri 1439 H, kepada seluruh Kaum Muslimin dan Muslimat di Seluruh Provinsi Papua, Minal Aidin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin,” kata Carolus

Ketua Partai Demokrat Papua Lukas Enembe memukul tifa tanda penutupan Rakerda partai

 

Lukas Tegas Lawan Radikalisme

Ketua DPD Partai Demokrat yang juga calon gubernur Papua periode 2018-2023 Lukas Enembe, SIP.MH dalam sambutannya pada penutupan Rakerda Partai Demokrat di Aston Hotel meminta kepada semua kader Demokrat untuk menjaga NKRI dan Papua dari paham radikalisme. Sebab paham ini sungguh telah merusak sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Tidak boleh ada perbedaan di Papua. Kita harus jaga kebinekaan agar radikalisnme tidak boleh masuk di Papua. Kita tetap bersaudara. Budaya orang Papua tak ajarkan juga kebencian dan permusuhan. Hari ini saya tegaskan bahwa radikalisme menjadi musuh kita bersama,” tegas Lukas.

Menurut Lukas, isu paham radikalisme tidak boleh dianggap remeh. Sebab Papua sangat terbuka bagi masuknya orang-orang yang menyebarkan paham radikalisme, anti Pancasila dan toleransi dan memecah bekah sesame anak bangsa di Tanah Papua.

“Kejadian bom Surabaya Mei itu sebuah peringatan bagi kita di Papua bahwa bukan tidak mungkin suatu saat kejadian sama terjadi di Papua. Karena itu, mari kita seluruh kerukunan beragama membangun toleransi dan bergandengan tangan untuk melawannya. Jangan biarkan orang-orang seperti itu datang merusak Papua,” kata Lukas.