BERBAGI

Aloysius Giay: “Itu berita bohong dan tidak boleh percaya”

 

Isu Imunisasi Membasmi OAP Hoax
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua drg. Aloysius Giay, M.Kes disela-sela acara buka puasa bersama Dinas Kesehatan Provinsi Papua dan insan pers diseluruh Papua di Jayapura

JAYAPURAKepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua drg. Aloysius Giay, M.Kes menepis isu yang dihembuskan oleh oknum-oknum tertentu mengatakan bahwa Imunisasi untuk membasmi atau genocide terhadap  Orang Asli Papua (OAP) bahwa itu adalah Hoax (berita bohong) dan tidak boleh dipercaya.

Oleh karena itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua drg. Aloysius Giay, M.Kes disela-sela acara  buka puasa bersama Dinas Kesehatan Provinsi Papua dan insan pers di Jayapura, Selasa, (5/6) lalu menyampaikan kepada masyarakat ketika menemukan kejadian pasca Imunisasi misalnya deman, kemerahan, panas dan lain –lain sebenarnya  tak perlu dibesarkan, karena Imunisasi sementara bereaksi.

“Data dan informasi nanti dikelola oknum-oknum tertentu, seakan-akan kegiatan program Imunisasi itu mengandung hal-hal yang tak dikehendaki,” jelas drg. Aloysius Giay, M.Kes.

Aloysius Giay mengungkapkan, kalau kejadian pasca Imunisasi kita besar-besarkan, kwatirnya dibelokan informasinya, sehingga seakan-akan program Imunisasi di Papua itu mau  membasmi atau mau genocide  OAP dan lain-lain.

“Contohnya ada isu yang kadang-kadang beredar, “hati-hati terhadap botol infus, karena sudah disuntik darah HIV”. Inikan isu-isu yang sangat  menyesatkan, dan kepada seluruh masyarakat untuk tidak percaya begitu saja informasi hoax yang beredar,” tegas Aloysius Giay.

Oleh karena itu, untuk menyelamatkan anak-anak Papua, Dinas Kesehatan Provinsi Papua dan Kementerian Kesehatan RI menggelar kampanye  imunisasi massal  campak dan rubella kepada semua anak di Papua  kurang  lebih 1 Juta usia  dari 9 bulan sampai kurang dari 15 tahun wajib diimunisasi.

Ia  menjelaskan,  kampanye Imunisasi massal vampak dan rubella  kurang lebih 15 jenis imunisasi akan jalan terus diseluruh Papua tanpa henti.  (mdc/pel)