BERBAGI
Penjabat Bupati Dilarang Mutasi Pejabat
Gubernur Papua Mayjen TNI (Purn) Soedarmo secara resmi melantik Nicholaus Wenda, SH sebagai Penjabat Bupati Puncak di Aula Genelar, Ilaga, Kamis (31/5)

ILAGASetelah secara maraton melantik Penjabat Bupati Mamberamo Tengah, Biak  Numfor, dan Paniai, kini  Penjabat Gubernur Papua Mayjen TNI (Purn) Soedarmo secara resmi kembali melantik dan mengambil sumpah jabatan Nicholaus Wenda sebagai Penjabat  Bupati Kabupaten Puncak di Aula Genelar, Ilaga, Kamis (31/5).

Ia akan memangku jabatan tersebut hingga Paslon Bupati dan Wakil Bupati Puncak periode 2018-2023 definitif.

Turut hadir dalam pelantikan masing-masing  Forkompimda,  pimpinan SKPD, ASN  Kabupaten Puncak dan masyarakat setempat.

Nicholaus Wenda yang menjabat Kepala BKD Provinsi Papua  menggantikan   Bupati-Wakil Bupati Willem Wandik dan Repinus Telenggen, yang telah berakhir masa jabatannya.

Gubernur menyampaikan Penjabat Bupati Puncak untuk  menjalankan roda pemerintahan, memastikan kenetralan ASN saat pelaksanaan Pilkada Serentak.

“Kawal secara intens dan tetap netral dalam Pilkada. Jika ada kendala, silahkan atur langkah-langkah strategis, berkoordinasi dan komunikasi  Forkopimda dan semua elemen masyarakat,  agar pemerintahan berjalan lancar,” pesan Gubernur.

Gubernur juga mengingatkan,  Penjabat Bupati Puncak untuk tidak melakukan mutasi pejabat tanpa persetujuan dari Mendagri.

Terkait dengan masalah keamanan, Soedarmo mengatakan, pihaknya  yakin Penjabat  Bupati sangat memahami kondisi masyarakat dan wilayah setempat, karena ia berasal dari Puncak.

“Jika keamanan kondusif, maka semua tugas bisa diselesaikan dengan lancar. Sebaliknya jika keamanan tak kondusif, maka semua tugas akan terhambat,” katanya.

Gubernur Soedarmo  menyinggung hasil  survei berbagai lembaga terkai Pilkada Serentak di Papua, dimana Provinsi Papua merupakan salah-satu  daerah rawan konflik dari 17 Provinsi yang akan menyelenggarakan Pilkada Serentak tanggal 27 Juni 2018 mendatang.

“Dari hasil survei yang sudah dilakukan berbagai institusi, menyangkut keamanan  masalah indeks kerawanan Papua berada pada urutan pertama dan masuk rapor merah,” lanjutnya.

Untuk itu, ia menghimbau kepada masyarakat di Kabupatem Puncak dan Papua pada umumnya, bersama sama kita merubah prediksi hasil survei itu dan menjadikan Pilkada Serentak Papua yang aman dan damai.

Pilkada Serentak  Kabupaten Puncak hanya diikuti Paslon  tunggal yakni Calon Bupati-Calon Wakil Bupati Willem Wandik- Pelinus Balinal, S.Sos.,AG  (mdc/pel)