BERBAGI

Kenius Kogoya, Sekertaris Umum KONI Provinsi Papua

JAYAPURA – Terkait permintaan Pemerintah Papua Barat untuk bisa menjadi salah satu kluster pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Tahun 2020 mendatang, maka KONI Papua menyarankan agar Pemerintah PB serius dan benar-benar mempunyai komitmen untuk turut menyukseskan Iven Nasional empat tahunan itu.

“Kita sarankan kalau bisa, lima Cabang Olahraga (Cabor) yang diminta untuk dipertandingakan disana, sesuai dengan Memorandum of Understanding (MoU) (Nota Kesepahaman Berama) antara Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Provinsi Papua Barat, semua dapat dipertandingkan disana (papua Barat), jangan cuma satu nomor saja,” saran Sekretaris Umum KONI Papua Kenius Kogoya kepada Wartawan Harian WONE disela-sela meninjau pembangunan ruang sementara di Kantor KONI Provinsi Papua, Rabu, (30/5).

Menurut Kenius Kogoya, semua kembali kesiapan Pemerintah Papua Barat. “Pada prinsipnya, kemarin sudah ada perjanjian lewat MoU, Papua Barat menjadi salah satu Kluster, dan Papua tetap tuan rumah, jadi ada lima Kluster di Papua Barat, namun ada penambahan satu Cabor lagi sehingga menjadi enam Cabor akan dipertandingkan di Papua Barat,” terang Kenius.

Namun dari sekian banyak Cabor Papua Barat, informasi terakhir mereka hanya meminta 5 Cabor dan tidak semua nomor di pertadingkan.

“Termasuk Cabor selam, mereka minta selam laut, kita minta kalau bisa sekalian bangun Venue untuk selam kolam, karena Cabor selam ada dua nomor,” jelas dia.

Selain itu Papua Barat minta agar salah satu Cabor seperti Olahraga motor dapat di pertandingkan di sana. “Kami disini oke-oke saja, tetapi semua nomor Balap harus di pertandingkan di sana, jangan cuma satu saja yang mereka disiplih,” terang Kenius lagi.

Lanjut Kenius menuturkan, dari lima Cabor diminta oleh KONI Papua Barat untuk dapat dipertandingkan disana masih belum pasti, karena harus melalui Musyawarah bersama terlebih dahulu.

“Itu belum pasti, itu baru harapan atau keinginan dari KONI Papua Barat, tapi kita akan sepakati dulu, jadi kami KONI Papua dan KONI Papua Barat kita akan bicarakan lebih lanjut lagi,” tuturnya.

Dikatakan Kenius, keinginan Papua Barat untuk menjadi salah satu Kluter, tentunya hal yang baik, namun Pemerintah Provinsi Papua Barat harus benar-benar mempunyai komitmen untuk pembangunan Venue Cabornya sesuai dengan permintaannya sendiri.

“Yang paling utama disana (Papua Barat), beberapa Cabor dapat dipertandingkan, tapi komitmen pembiayaannya bagaimana? Penyenggaraannya bagaiman?, semua harus di bicarakan,” tutup Kenius. (aan/pel)