BERBAGI
Dua Daerah dapat Pelatihan Koperasi dan UMKM
Asisten II Bidang Perekonomian dan Kesra Ir. Noak Kapisa, didampingi Asisten Deputi Penelitian dan Pengkajian KUMKM Kementerian Koperasi dan UKM Christina Agustin, menabuh Tifa, ketika membuka Pelatihan Peningkatan Kapasitas Bagi SDM Koperasi dan UMKM di Sahid Hotel Papua, Jayapura

JAYAPURA Dua Daerah di Provinsi Papua yaitu, Kota Jayapura dan Kabupaten Keerom mendapatkan pelatihan peningkatan kapasitas bagi SDM Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), bekerjasama dengan Kementerian Koperasi dan UKM di Sahid Hotel Papua, Jayapura, Rabu, (30/5).

Pelatihan Peningkatan Kapasitas SDM Koperasi dan UMKM ini dibuka Asisten II Bidang Perekonomian dan Kesra Ir. Noak Kapisa, turut dihadiri Asisten Deputi Penelitian dan Pengkajian KUMKM Kementerian Koperasi dan UKM Christine Agustin dan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Papua Luther Bonggoibo.

Noak mengatakan, pelatihan ini  untuk meningkatkan daya Saing Usaha Mikro Kecil, Menengah dan Koperasi, serta  wujud perhatian Pemerintah terhadap peningkatan kualitas SDM, baik aparatur pengelola Koperasi maupun UKM, sehingga memiliki kemampuan teknis serta keterampilan dalam mengelola potensi teknis.

“Dengan adanya pelatihan ini, ada peluang kepada UKM untuk meraih usaha, menjangkau pangsa pasar, meningkatkan pelayanan maupun berinteraksi dengan profesional yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi serta Produk Domestik Regional Bruto  (PDRB) di Provinsi Papua,” ungkap Noak Kapisa saat memberikan sambutan ketika membuka secara resmi kegiatan pelatihan Kapasitas SDM Koperasi dan UMKM.

Selain itu, kata Noak Kapisa, dalam rangka mewujudkan mutu ekonomi rakyat di era otomoni khusus saat ini dan juga mewujudkan program Nawacita, tentunya diperlukan dukungan semua pihak termasuk seluruh lapisan masyarakat untuk mensukseskan pelaksanaan program pembangunan dan pengembangan SDM.

Pasalnya, Papua memiliki potensi SDA, yang dapat dimanfaatkan oleh Koperasi dan UKM untuk memperoleh nilai tambah bagi pendapatan ekonomi rumah tanggah, keluarga dan kelompok yang pada gilirannya kesejahteraan keluarga dapat terwujud dan pembangunan ekonomi kampung dapat dirasakan.

Karena itu, Noak berharap setelah mengikuti pelatihan peserta bisa meningkatkan jiwa kewirausahaan. Sedangkan untuk peserta dari kalangan pengurus koperasi, diharapkan dapat meningkatkan kinerjanya dalam pengelolaan Koperasi, di samping peserta dapat meningkatkan keterampilan dan profesionalitas di bidangnya.

Dikatakannya, ada 6 jenis pelatihan yang diberikan, diantaranya, pelatihan vocational merupakan Diklat Teknis untuk meningkatkan ketrampilan pengelolaan usaha maupun produk yang dilakukan, pelatihan Vocational E-Commerce dimaksudkna untuk meningkatkan akses teknologi dalam rangka peningkatan produktifitas, pelatihan akuntansi  bagi pengurus dan pengelola koperasi, pelatihan perkoperasian dan pelatihan berbasis kompetensi bagi UKM.

Sementara itu, Christina Agustin menuturkan, untuk menjadi wirausahawan sukses seseorang mesti menjalin komunikasi dengan teman-teman, sekaligus  menjaring pasar yang ada. (mdc/pel)