BERBAGI
Baru 40 Persen Pasien Minum Obat ARV (2)
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua drg. Aloysius Giay, M.Kes

JAYAPURADari 35.000 orang yang mengidap HIV/AIDS diseluruh Provinsi Papua, ternyata baru 10.000 orang  atau 40 persen minum obat Antiretroviral (ARV).

Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua drg. Aloysius Giay, M.Kes,usai membuka  Rapat Koordinasi Teknis Terpadu Program Kesehatan Masyarakat dan Program  Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P)  Tingkat Provinsi Papua  Tahun 2018 di Hotel Aston, belum lama ini.

Oleh karena itu, Aloysius mengatakan, pihaknya menghimbau kepada petugas di  lapangan  menggunakan sistem mobile, dimana  bergerak dari rumah ke  rumah.

“Jadi kalau masyarakat yang sudah tercatat alamatnya.  Kalau dia tak datang misalnya seminggu, agar jangan sampai produksi HIV makin tinggi  akan mengarah  ke AIDS  berarti tinggal menunggu kematian,” katanya.

Ia  menuturkan, masyarakat makin menyadari betapa pentingnya pemeriksaan  HIV/AIDS secara sukarela di Rumah Sakit atau Puskesmas.  Pasalnya, masyarakat sudah melihat  keluarganya   yang  tadinya terinfeksi setelah dia pergi periksa dan minum obat ARV, hasilnya lebih sehat dari orang lain.  Ternyata ARV mampu menekan  produksi HIV didalam  luar biasa, sehingga yang penting  dia minum teratur tak ada masalah.

“Tapi kalau ketika dia lalai  minum obat ARV  nanti  penyakit pendampingnya akan cepat menyerang misalnya TB, syaraf, penyakit-penyakit pada organ  ginjal,” ujarnya. (mdc/pel)