BERBAGI
Waktunya Anak Papua Bersaing dalam Pembangunan Infrastruktur
Wakil Sekretaris I DPD HIPMI Papua Ivonne A. Suebu, SE

JAYAPURA – Wakil Seretaris Dewan Pimpin Daerah (DPD) Himpunan Pengusaha Muda Indoneia (HIPMI) Papua Ivonne A. Suebu. SE mengungkapkan, anak-anak Papua saatnya bersaing mengelola pembangunan infrastruktur baik menggunakan anggaran APBD maupun APBN.

“Saat ini sudah banyak pengusaha Kontraktor dibidang Infrastruktur anak asli Papua selama ini menjadi mitra pemerintah khususnya di Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah X,” katanya saat ditemui Wartawan Harian WONE di Kota Jayapura, Rabu, (24/05).

Ivon Suebu, menegaskan, selama ini kontraktor anak asli Papua selalu berharap besar agar mendapatkan pekerjaan dari pemerintah, dengan cara meminta-minta atau mengemis.

“Saya harapkan kita tidak lagi menjadi penonton, namun kita mampu bersaing dengan pengusaha non Papua yang kini jumlahnya sudah menjamur. Mari kita mulai menyiapkan diri untuk mengikuti proses atau tahapan seperti tender maupun peralatan kerja yang disesuaikan dengan standarisasi pekerjaan yang disediakan pemerintah,” katanya.

Perempuan asli Sentani ini menambahkan, agar kepala daerah Gubernur, Bupati/Wali Kota memberikan kesempatan kepada pengusaha Kontraktor anak asli Papua ikut serta dalam mensukseskan pembangunan di Papua.

“Kami anak-anak Papua sudah menyiapkan diri, seperti memiliki perusahaan, memiliki Alat Berat dan syarat-syarat lainnya dalam mengikuti tender, namun sayang pemerintah daerah masih cuek terhadap anak-anak Papua,” katanya.

Berbeda dengan di BPJN Wilayah X, anak-anak Papua diberdayakan, hanya saja peluang untuk mendapatkan pekerjaan masih minim atau pekerjaan dengan kapasitas kecil.

“Di Tahun 2018 ini, saya menyerukan seluruh anak-anak Papua yang bergerak di bidang Kontraktor untuk mampu bersaing merebut pekerjaan dibidang Infrastruktur, agar kita bisa membuka lapangan kerja bagi anak-anak Papua itu sendiri,” katanya.(cw-02/pel)