BERBAGI
Manager PLN Area Jayapura, John S. Yarangga. (Foto:Sunario/Wone)

JAYAPURA – PT PLN Area Jayapura telah melaksanakan kegiatan Bongkar-Rampung sejak 4 hingga 17 Mei lalu, terhadap pelanggan yang menunggak diatas 3 bulan. Dalam kegiatan itu, PLN Area telah mencetak blangko pemutusan terhadap 443 pelanggan, dengan total tunggakan sebesar Rp 664 juta.

“Dari 443 tunggakan itu, sekitar 217 di antaranya kami telah melakukan pembongkaran dengan jumlah tunggakan Rp 388 juta. 154 pelanggan di antaranya telah melakukan pelunasan, dan secara otomatis, kita telah melakukan penggantian meteran rekening listrik dari pascabayar ke prabayar (Listrik Pintar) dengan total pelunasan sebesar Rp 161 juta,” ujar Manager PLN Area Jayapura, John. S. Yarangga kepada para awak media, di Jayapura, Selasa (22/5).

Dikatakan John, adapun beberapa alasan yang pihaknya temukan setelah melakukan pembongkaran di lapangan adalah dengan alasan lupa melakukan pembayaran, pemilik rekening itu telah meninggal dunia dan banyak di antaranya mengabaikan saja. Tetapi, dengan tegas John mengatakan, apapun alasannya, pihaknya akan tetap melakukan pembongkaran bilamana telah menunggak selama 3 bulan ke atas.

“Rata-rata yang kita lakukan pembongkaran itu ada di wilayah Kota Jayapura dan sekitarnya. Jumlah itu juga kita memperkirakan akan bertambah lagi, mengingat tenggang waktu pembayaran sudah dekat, karena pelanggan yang menunggak selama 2 bulan lalu, akan bergeser lagi menjadi tunggakan 3 bulan,” kata John.

Lanjut John, adapun keluhan lain dari pelanggan adalah para pelanggan itu sendiri mengerti bahwa dengan memasang daya yang besar akan kesulitan dalam membayar tagihan listrik, akan tetapi tetap memasangnya. Dan alasan lainnya, bahwa para pelanggan itu tidak pernah mendapatkan fasilitas yang memadai dari pihak PLN.

“Selanjutnya, kita akan tetap melalukan pemutusan kepada setiap pelanggan yang menunggak selama 3 bulan ke atas, terhadap semua Area Jayapura dan sekitarnya. Dan jika kita persentasekan, memang saat ini 60 persen pelanggan Area Jayapura, kami telah melakukan penggantian rekening listrik itu dari pascabayar ke prabayar, hanya saja 40 persen (pascabayar) di antaranya masih banyak menunggak, sehingga kita harus melakukan kegiatan Bongkar-Rampung,” pungkasnya. (sun/man)