BERBAGI
Manager Customer Servis Telkom Witel Papua Abubakar Bugis. (Foto:Sunario/Wone)

JAYAPURA – Sejak layanan kabel Fiber Optik (FO) milik PT Telkom terputus di daerah perairan Biak-Sarmi beberapa waktu lalu, selain telah menggangu layanan telepon komunikasi pengguna  voice (suara) dan SMS, tetapi juga mengakibatkan menurunnya kualitas layanan IndiHome dan membuat beberapa pelanggannya datang mengeluh ke Telkom.

Manager Customer Servis Telkom Witel Papua Abubakar Bugis mengatakan, sejak adanya gangguan layanan itu, kini semua layanan pengguna IndiHome sudah kembali normal, bahkan terus mengalami peningkatan permintaan, di mana hingga kini penggunanya telah mencapai 21.000 pelanggan.

“Sejak kabel FO kita terputus beberapa hari yang lalu itu, tidak mengakibatkan permintaannya menurun, bahkan terus mengalami peningkatan hingga 1.000 pelanggan baru yang tersebar di seluruh Provinsi Papua,” ujar Abubakar kepada para awak media, Selasa (22/5).

Dikatakannya, dari sekian banyaknya permintaan penyambungan baru itu, yang paling memberikan kontribusi terbesar ada pada daerah Abepura dan sekitarnya, hal itu didukung karena wilayah itu merupakan salah satu wilayah yang paling besar jika dibandingkan dengan daerah lainnya di Papua.

“Khusus wilayah Abepura ini, dalam satu hari saja paling sedikit ada 35 pelanggan yang ingin melakukan penyambungan baru akan layanan Indihome kita. Bahkan karena banyaknya, kadang-kadang para teknisi kita tidak sanggup melayani permintaan yang ada itu,” kata Abubakar.

Ditambahkannya, dengan putusnya kabel FO milik Telkom itu, tidak terlalu berpengaruh terhadap permintaan pemasangan layanan Indihome yang baru, bahkan terus mengalami peningkatan. Hanya saja memang, Abubakar mengungkapkan pihaknya tetap mengalami kerugian karena secara tidak langsung dengan adanya gangguan itu, income Telkom juga ikut menurun dari hari biasanya.

“Dengan adanya gangguan yang terjadi atas kabel FO itu, kami dari Telkom juga telah memberikan kompensasi kepada para pelanggan Indihome yang mengalami gangguan itu, dengan cara mengurangi jumlah pembayaran yang dihitung dengan hari (lamanya) gangguan itu terjadi secara merata,” pungkasnya. (sun/man)